Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Omzet Turun, 120 Pelaku Usaha Kuliner di Solo Bersatu Bikin Ini

Perdana Bayu Saputra • Sabtu, 15 Mei 2021 | 18:18 WIB
Komunitas Solo Kuliner Sejahtera menjadi wadah 120 pelaku usaha kuliner
Komunitas Solo Kuliner Sejahtera menjadi wadah 120 pelaku usaha kuliner
SOLO - Penurunan omzet yang dialami sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendorong mereka berkolaborasi membentuk usaha bersama. Harapannya, dapat segera bangkit.

Seperti dilakukan Komunitas Solo Kuliner Sejahtera yang menjadi wadah 120 pelaku usaha kuliner dengan membentuk unit kerja bersama co-working space di sekretariat Kampung Joyodiningratan RT 02 RW 05, Kelurahan Kratonan, Kecamatan Serengan.

“Di sini ada dua unit usaha. Toko sembako Solo Kuliner Sejahtera dan kedai kopi Setali Kopi,” terang Ketua Solo Kuliner Sejahtera Yosef Danang.

Unit usaha bersama kedai kopi dikemas dalam bentuk tempat nongkrong kas anak muda dengan sentuhan etnik, sedangkan toko sembako diisi hasil berbagai produk UMKM.

“Momentumnya memang pandemi ini. Kami merasa memiliki suatu dorongan yang sama untuk menghadirkan unit usaha bersama yang bisa meningkatkan pemasaran produk para anggota komunitas. Karena biaya operasional dan modalnya patungan, semua anggota menjadi merasa memiliki dan berupaya mencari kesempatan agar unit usaha terus bertahan,” urai Yosef.

Unit usaha itu mendapat dukungan dari berbagai pihak. Seperti Pegadaian, Bank Mandiri dan Bank Jateng. Dukungan yang diberikan bukan pendanaan, namun dalam bentuk kerja sama, yaitu pelaku usaha di komunitas bisa terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan instansi terkait.

“Respons dari pemkot sangat bangus, karena kami merupakan binaan dinas pariwisata, dinas perdagangan, dinas sosial, dan sebagainya,” ucapnya.

Selain itu, pembinaan UMKM juga dilakukan secara kewilayahan. Dengan begitu, pemangku wilayah bisa memetakan jenis usaha untuk dikembangkan sesuai karakter wilayah.

“Jumlah UMKM di Kecamatan Serengan ribuan. Belum ditambah sentra industri, seperti Kampung Perajin Kok, Kampung Blangkon, dan lainnya. Kami memiliki program pembinaan yang nantinya diarahkan untuk membentuk sebuah komunitas atau kelompok kerja dalam tematik tertentu,” ungkap Camat Serengan Agung Wijayanto.

Ketika dikaitkan dengan visi misi wali kota, program tersebut sinkron dengan creative hub, co-holding, dan co-working.  Tinggal bagaimana UMKM itu bisa difasilitasi, bukan hanya soal promosi, tapi juga terlibat dalam event pemerintah.

“Munculnya unit usaha bersama dari masyarakat ini mampu memperepat pemulihan ekonomi masyarakat. Pelaku usaha harus kreatif dalam mengembangkan usahanya. Karena sifatnya komunitas, kami harap bisa menjadi magnet dan bisa merangsang UMKM lainnya untuk berkembang di masa sulit ini,” ujar Agung. (ves/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#setali kopi #omzet #pelaku usaha kuliner #komunitas solo kuliner sejahtera