Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Masyarakat Solo Raya Bisa Saksikan Gerhana Bulan Total Jelang Magrib

Perdana Bayu Saputra • Rabu, 26 Mei 2021 | 15:12 WIB
Santri Ponpes Assalam melihat fenomena gerhana matahari pada 16 Desember 2019 silam.
Santri Ponpes Assalam melihat fenomena gerhana matahari pada 16 Desember 2019 silam.
SUKOHARJO – Gerhana bulan total akan terjadi hari ini (26/5) pukul 18:11.28 sampai 18:25.56. Observatorium Pondok Pesantren Assalaam pastikan gerhana aman dilihat dengan mata telanjang dan bisa diabadikan dengan foto atau video.

Kepala Observatorium Ponpes Assalaam AR Sugeng Riyadi mengatakan, fenomena alam gerhana bulan total (GBT) akan hadir dan dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia pada Rabu (26/5), selepas Magrib atau 15 Syawwal 1442 H. Totalitas gerhana bulan ini akan terjadi pada pukul  18:11.28 - 18:25.56, dan fase puncaknya terjadi pada pukul 18:18.42.

“Bila langit cerah, penampakan bulan akan sangat indah memerah selama sekitar 14 menit 29 detik. Kalau cerah, bisa dilihat dengan mata telanjang, bisa difoto, bisa video,” kata Sugeng, Selasa (25/5).

Menurut Sugeng, secara kasat mata, gerhana dapat dilihat saat fase umbra U1 pukul 16:44.58 hingga U4 pukul 19:52.25. Fenomena gerhana bulan sejatinya sudah dimulai saat bulan belum terbit di ufuk timur yakni kontak pertama P1 penumbra pada pukul 15:47.38 dan berakhir saat kontak terakhir P4 penumbra pada pukul 20:49.47.

“Nah, karena posisi bulan masih di bawah ufuk timur kota eks Karesidenan Surakarta, maka kita baru dapat menyaksikannya jelang Magrib atau mulai pukul 17:25.22 di posisi terbit bulan di arah timur sedikit ke kanan (selatan). Begitu bulan terbit, posisi bulan sudah tertutup oleh permukaan bumi alias sudah gerhana,” katanya.

Menurut Sugeng, seluruh fase gerhana parsial akan berakhir pada pukul 19:52.25, dan warna bulan kembali seperti purnama biasa. Namun, sejatinya bulan masih dalam tahap gerhana penumbra atau samar-samar hingga pukul 20:49.47. Selepas pukul 20:49.47, warna dan status bulan akan kembali menjadi purnama biasa.

“Gambarannya kalau dilihat dari eks Karesidenan Surakarta dan di-zoom dengan kamera, bulan akan tampak memerah di sisi kirinya atau sebelah selatan pandangan kita,” ujarnya. (kwl/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#Observatorium Pondok Pesantren Assalaam #gerhana bulan total #fenomena alam