Mengusung tema Kita Jaga Pancasila untuk Kita Indonesia, para mahasiswa kampus seni itu memulai kreasinya dengan cat warna warni di atas media tripleks jumbo. Diiringi musik etnik gambus yang dimainkan Lukas Angwarmase. Kolaborasi antara mahasiswa seni dengan seniman lokal yang memainkan musik asli Kepulauan Tanimbar, Maluku ini sebagai simbol kecintaan akan tanah air.
Dalam aksi itu ada dua mural yang cukup menarik. Di antaranya mural cap tangan dan lukisan tambahan dari mahasiswa, seperti sayap dari burung garuda.
“Mural pertama itu cap tangan karena tangan itu kan berbeda-beda. Maknanya melambangkan perbedaan. Jadi Pancasila melambangkan Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua," ujar Khalifatur Ahmad Faris, mahasiswa desain komunikasi visual Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Selain itu, aksi ini dapat menumbuhkan rasa nasionalisme generasi muda di tengah negara yang multikultural. Di sisi lain, menghindari berbagai perpecahan mengingat saat ini banyak terjadi krisis toleransi, suku, agama, ras, dan budaya.
“Kalau menurut saya nilai Pancasila itu merupakan makna dan pedoman bagi Indonesia, seperti sila pertama sampai kelima. Apalagi Indonesia sedang dilanda krisis toleransi, perbedaan agama, suku dan ras. Jadi Pancasila itu sangat penting bagi toleransi dan keadilan juga," ucap dia.
Inisiator kegiatan Basnendar Herry Prilosadoso menambahakan, aksi kreatif menyambut hari lahir Pancasila ini untuk menggelorakan semangat nasionalisme dan mengingatkan agar tetap bersama-sama menjaga Pancasila dan Indonesia.
“Sebagai generasi muda akan ingat dan terus menjaga Pancasila sebagai norma, etika hingga tingkah laku. Kami juga coba memberi edukasi kepada mereka bahwa Pancasila tidak hanya sebuah teori, tapi juga harus dipraktikkan,” tutur Basnendar. (ves/mg5/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra