Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Lanjutkan Pembongkaran, Warga Solo Tak Boleh Lagi Buang Sampah di TPS

Perdana Bayu Saputra • Sabtu, 5 Juni 2021 | 13:00 WIB
TPS Bonoloyo resmi ditutup agar tidak mencemari lingkungan.
TPS Bonoloyo resmi ditutup agar tidak mencemari lingkungan.
SOLO – Sistem pengelolaan sampah di Kota Bengawan terus ditata. Yakni dengan menutup tempat pembuangan sementara (TPS). Terbaru,TPS Bonoloyo resmi ditutup demi mengurangi titik pencemaran lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta Gatot Sutanto mengatakan, DLH menutup salah satu dari tiga TPS sementara yang masih tersisa. TPS Bonoloyo ditutup untuk mengurangi pencemaran lingkungan di wilayah setempat.

“Ini kan program pemerintah sejak lama. Pada awal 2021 jumlahnya 90 TPS. Kini tinggal tersisa tiga di Bonoloyo, Sondakan, dan Norowangsan. Kemudian per 1 Juni TPS Bonoloyo resmi kami tutup. Selain itu, penutupan TPS Bonoloyo ini juga karena masukan dari warga dan DPRD,” jelas dia, Jumat (4/6).

Meski baru ditutup awal Juni lalu, persiapan penutupan TPS Bonoloyo sudah dilakukan sejak tiga bulan sebelumnya. Sosialisasi secara masif ditujukan kepada petugas sampah, pemangku wilayah atau kelurahan sekitar hingga masyarakat setempat. Agar tidak lagi membuang sampah di TPS. Setelah semuanya sepakat baru dimulai pemindahan sisa sampah hingga penutupan TPS itu. “Rencananya akan kami gunakan untuk kebun bibit sesuai arahan DPRD,” terang Gatot.

Penutupan TPS Bonoloyo itu berdampak pada tujuh kelurahan sekitar seperti Banjarsari, Kadopiro, Joglo, Nusukan, Gilingan, dan Manahan. DLH memfasilitasi sejumlah wilayah yang produksi sampahnya tinggi dan kekurangan armada pengangkutan sampah dengan TPS mobile atau truk sampah ukuran sedang.

“Setelah ini sampah langsung ke TPA Putri Cempo. Kami menyiapkan unit mobile atau truk sedang untuk membantu mengambil sampah dari wilayah-wilayah itu, khususnya untuk wilayah yang produksi sampahnya besar,” beber dia.

Komisi III DPRD Kota Surakarta mendukung upaya penghapusan TPS Bonoloyo itu. Bahkan anggota dewan juga mendorong pemkot segera bisa menghapus dua TPS yang masih tersisa di Sondakan dan Norowangsan.

“Kami sangat mendukung program ini. Kalau bisa dalam waktu dekat dua TPS lainnya juga bisa ditutup. Jadi semua pengelolaan sampah langsung diarahkan ke TPA Putri Cempo. Biar tidak ada sampah-sampah yang menumpuk di pusat kota dan berpotensi mencemari lingkungan,” tegas Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta Y.F. Sukasno.

Dengan dihapusnya TPS itu, kebutuhan armada pengangkutan sampah dipastikan akan meningkat. Pihaknya akan mendukung pemkot dalam penganggaran sejumlah mobil, kendaraan roda dua, maupun gerobak sampah di berbagai kelurahan yang dirasa masih kekurangan fasilitas tersebut.

"Sejumlah wilayah yang armada TPS mobile masih kurang nanti akan ditambah atau ada pengajuan untuk tahun depan. Kebutuhan mobil, kendaraan, atau gerobak sampah ke depan akan lebih tinggi, nanti kita bantu anggarkan untuk fasilitas itu,” beber dia.

Selanjutnya, bekas TPS itu akan dimanfaatkan kebun bibit atau area pertamanan kota untuk menambah ruang terbuka hijau di kawasan Solo utara. Mengingat saat ini eks TPS Bonoloyo itu sudah dipagari dan dipasangi spanduk informasi tentang larangan membuang sampah di lokasi itu.

“Pengawasan akan diperketat. Masyarakat bisa saling menjaga dan mengingatkan jika masih ada yang nekat membuang sampah. Kami juga punya mekanisme sanksi sesuai Perda Pengelolaan Sampah,” tutur YF. Sukasno. (ves/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#tempat pembuangan sampah #tpa putri cempo #tps bonoloyo #pembongkaran tps