Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Lockdown usai 3 Dosen Meninggal, UNS Jamin Pengajaran Tak Terganggu

Syahaamah Fikria • Sabtu, 19 Juni 2021 | 03:55 WIB
Akses keluar masuk UNS dijaga ketat selama penerapan pembatasan aktivitas kampus, Jumat (18/6). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
Akses keluar masuk UNS dijaga ketat selama penerapan pembatasan aktivitas kampus, Jumat (18/6). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – Meninggalnya beberapa dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta karena terpapar Covid-19 diklaim tidak akan berpengaruh pada kualitas dan pengajaran di kampus setempat. Sebab, selama ini proses pembelajaran dilakukan secara kolektif kolegial.

"Jadi dalam satu mata kuliah ada tim pengajar. Tidak hanya satu dosen yang mengajar satu mata kuliah tertentu. Ada beberapa dosen. Kalau misalnya ada dosen yang berhalangan mengajar, maka tim ini siap membantu. Jadi dosen yang meninggal ini nanti akan digantikan oleh tim dosen yang lain dalam hal pengajaran,” beber Rektor UNS Jamal Wiwoho kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (18/6).

Saat ditanya total jumlah dosen di UNS yang meninggal dunia akibat Covid-19 selama pandemi, Jamal enggan menyebut datanya. Menurutnya, tiga dosen yang meninggal dunia dalam waktu hampir bersamaan kemarin sudah menjadi bukti bahwa pandemi belum berakhir. Bahkan saat ini, hampir di semua fakultas dan unit kerja di kampus setempat terdapat civitas akademika yang terpapar Covid-19.

“Fakultas pertanian ada empat orang, bagian perencanaan satu orang, bagian perpustakaan satu orang, fakultas ekonomi dan bisnis ada tiga dosen, satu mahasiswa, satu istri dosen, dan dua putra-putranya,” ungkapnya

Kemudian di fakultas hukum ada dua dosen, suami dan istri masing-masing dosen, dan dua anak yang sekarang sudah dirawat di Rumah Sakit UNS. Di fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam ada empat dosen dan tenaga pendidikan. Fakultas teknik ada satu dosen dan satu mahasiswa.

"Sekolah vokasi ada satu orang, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan ada dua orang dirawat di Rumah Sakit UNS, dan fakultas kedokteran ada dua dosen," sambungnya.

Merespons kondisi tersebut, rektor dan jajaran pimpinan lainnya memutuskan untuk memberlakukan pembatasan aktivitas di kampus UNS berlalku 18-25 Juni mendatang. Pembatasan ini tidak menunda kegiatan yang dilakukan di area kampus. Hanya mengubah sistem dari luring menjadi daring. Kegiatan fakultas dan unit kerja berjalan lebih banyak work from home.

“Hari ini ada kegiatan dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartanto. Yang awalnya akan diselenggarakan di auditorium dengan peserta terbatas, kami meminta untuk diubah dari luring ke daring. Alhamdulillah beliau berkenan," ujarnya.

Namun khusus perjalanan dinas ke luar kota, selama masa pembatasan aktivitas ini, wajib ditunda. Jamal bahkan menunda agendanya berkunjung ke Bali untuk menghadiri acara dengan para rektor di seluruh Indonesia pada Minggu (20/6) mendatang. Rencananya, agenda tersebut akan membahas soal desain percobaan pembelajaran luring. “Tapi karena kondisi ini, saya sudah izin untuk tidak terbang ke Bali,” sambungnya.

Soal kelanjutan pembelajaran tatap muka (PTM) di UNS, Jamal menegaskan, pihaknya akan melihat perkembangan situasi Covid-19 di Kota Bengawan sebelum memulai kembali uji coba PTM.

“Ini kan kuliah lagi pada Agustus. Jadi kami lihat nanti perkembangannya seperti apa. Kalau tetap seperti ini, tentu kami tidak berani untuk melakukan PTM. Kita doakan Covid ini kasusnya menurun, landai, dan kembali baik. Kalau sudah baik, kami coba lagi PTM dengan prinsip bersyarat dan bertahap,” imbuhnya.

Sementara itu, saat disinggung terkait dari mana ketiga dosen yang meninggal dunia terpapar Covid-19. Jamal memastikan, mayoritas terpapar dari luar kampus. Namun dia tidak menampik jika saja ada kasus Covid di dalam kampus. “Berpotensi kalau misalnya mengadakan pertemuan di kampus,” ujarnya.

Sementara itu, hari pertama pembatasan aktivitas, dilakukan fogging di seluruh area kampus. Termasuk di kantor pusat. Hanya beberapa pejabat tertentu yang diizinkan masuk ke area kampus.

Wakil Rektor Bidang Umum dan Sumber Daya Manusia UNS Bandi mengatakan, ada beberapa ketentuan selama diberlakukan pembatasan aktivitas kampus. Yakni kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan pola pembelajaran secara daring dari tempat tinggal masing-masing.

“Jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan dari kantor atau jadwal piket diatur oleh pimpinan unit kerja masing-masing. Tentu dengan menerapkan prokes (protokol kesehatan) ketat. Selain itu, penyelenggaraan rapat atau kegiatan tatap muka diimbau memanfaatkan teknologi informasi secara daring,” jelas Bandi.

Bila ada situasi yang tingkat urgensinya sangat tinggi harus dilaksanakan rapat atau kegiatan lainnya bisa dilakukan secara luring. Namun wajib mematuhi prokes ketat. Bila dimungkinkan rapat atau kegiatan sebisa mungkin dapat dilakukan secara daring.

“Untuk penggunaan fasilitas umum, seperti sarana olahraga tempat ibadah serta sarana dan prasarana umum lainnya di lingkungan kampus, ditutup. Juga apabila terpaksa menerima tamu dari luar UNS harus dibatasi dan melalui skrining yang ketat sesuai prokes,” tandasnya. (aya/bun/ria)

  Editor : Syahaamah Fikria
#tiga dosen uns meninggal akibat covid-19 #ketentuan aktivitas uns selama lockdown #uns lockdown