“Sejak muncul pandemi, saya melihat banyak kegelisahan. Rasanya semesta sedang hibernasi dan memulihkan energi dari kelelahan panjang. Matahari tetap bersinar dan bintang-bintang tetap menerangi malam dan menyemai benih-benih mimpi dan harapan,” ucap Sruti saat jumpa pers di Warung Bakmi Jawa milik Endah Laras di Gentan, Baki Sukoharjo, Jumat (18/6).
Sruti merasa, manusia sedang dibersihkan, dipulihkan, dimurnikan, dan diberi energi menjadi baru. Dengan menyatu dengan alam, manusia akan menjadi kekuatan bagi semesta merawat kehidupan.
“Ini juga menjadi berkah untuk saya karena diberi kesempatan mengapresiasi semesta melalui karya Taiyou dan Bintang-Bintang,” paparnya.
Lagu Taiyou sebenarnya sudah jadi sejak akhir 2019 diciptakan Robertus Grassianus “Bagus”. Sruti diminta menyayikan lagu tersebut tetapi terganjal pandemi Covid-19. “Akhirnya baru terealisasi tahun ini. Saya dibantu oleh teman di Jepang, Kayo Kimura untuk menerjemahkan lirik dalam bahasa Jepang,” jelas Sruti.
Untuk lagu Bintang-Bintang dikenalkan Sruti sejak 2020 dan baru di-launching tahun ini. Di lagu ini, Sruti berkolaborasi dengan Saka Praja Kempot, putra almarhum Didi Kempot, bassist Bintang Indrianto, dan perupa asal Jogja Nasirun.
Saka mengaku bangga bisa berkolaborasi dengan Sruti respati. Meskipun sebelumnya sempat kesulitan mempelajari lagu keroncong karena banyak nada tinggi berubah rendah. “Awalnya bingung, tapi lama kelamaan bisa,” terangnya.
Saling menyemangati, Sruti pun takjub dengan bakat Saka karena memiliki daya ingat kuat dan penguasaan lagu keroncong yang luar biasa. “Malamnya Saka baru mendengar lagunya, besoknya langsung syuting. Berarti dia cepat beradaptasi,” ucap Sruti.
Pencipta Lagu Taiyou, Robertus Grassianus Bagus Suryo Guritno mengatakan, lagu Taiyou berisi lirik lagu berbahasa Jepang. “Karena keroncong berbahasa Jawa sudah banyak, maka kami mencoba hal lain, yakni bahasa Jepang. Saya ciptakan lagu selama dua jam. Ketika dipraktikkan, butuh waktu seepakan untuk menguasainya,” tuturnya. (ryn/wa/ria) Editor : Syahaamah Fikria