Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Jam Operasional Batik Solo Trans & Feeder Berubah, Ini Jadwalnya

Syahaamah Fikria • Jumat, 2 Juli 2021 | 11:30 WIB
PATUH: Penumpang dan kru BST harus disiplin protokol kesehatan mencegah penularan Covid-19. (RADAR SOLO PHOTO)
PATUH: Penumpang dan kru BST harus disiplin protokol kesehatan mencegah penularan Covid-19. (RADAR SOLO PHOTO)
SOLO – Perubahan isi regulasi Surat Edaran (SE) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis (PPKM) Mikro yang diterbitkan pada 28 Juni lalu berdampak pada jam operasional angkutan perkotaan di Solo. Kini, Batik Solo Trans (BST) dan feeder hanya beroperasi hingga pukul 20.00.

Dalam SE Nomor 067/2022 itu diterangkan jam operasional BST mulai pukul 05.00 hingga 20.00. “Benar ada perubahan jam operasional. Sebelumnya, opersional armada terakhir hingga pukul 21.00. Ini berlaku untuk BST dan feeder,” terang Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Taufiq Muhammad, Kamis (1/7).

Selain perubahan itu, semua aturan terkait pelayanan transportasi publik di Solo tetap sama. Pembatasan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas. Penumpung dan kru angkutan publik harus patuh protokol kesehatan.

“Pelayanan (BST dan feeder) masih sama. Perubahan hanya di jam akhir operasionalnya. Untuk perawatan dan kebersihan armada setiap hari, tiap keluar dan balik armada, selalu disemprot disinfektan dan dicuci secara menyeluruh,” bebernya.

Lia, salah seorang pengguna jasa BST dan feeder mengaku tidak keberatan dengan perubahan jam operasional tersebut. “Kan mengikuti perubahan jam operasinal di pusat-pusat perbelanjaan. Jadi ya tidak masalah,” ujar warga Kelurahan Pajang itu.

Di lain sisi, Polresta Surakarta masih menunggu arahan rencana PPKM darurat Jawa-Bali yang menyebut Kota Bengawan masuk menjadi salah satu wilayah yang memberlakukan aturan tersebut.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak siap all out mendukung upaya menekan penyebaran Covid-19. "Kami satu frekuensi, bersama-sama memutus mata rantai korona. Bersama Kodim 0735/Surakarta dan pemkot lebih memperbanyak giat patroli. Tim lapangan kami pertebal agar bisa menjangakau setiap sudut kota," ujarnya.

Kegiatan tersebut didukung dengan razia masker, terutama di lokasi rawan kerumunan. Selain melakukan penindakan, petugas akan memberikan sosialisasi.

Penyemprotan disinfektan ikut dimasifkan. Baik di jalan arteri maupun perkampungan. "Kami kerahkan segala upaya agar target penurunan kasus Corona 10 ribu per hari bisa terwujud," harapnya. (ves/atn/wa/ria)

  Editor : Syahaamah Fikria
#PPKM #jam operasional bst berubah #batik solo trans #feeder