Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pelaku Pelempar Ambulans di Flyover Purwosari Masih Misterius

Syahaamah Fikria • Jumat, 16 Juli 2021 | 07:13 WIB
PECAH: Kondisi ambulans milik PKU Muhammadiyah Cawas yang dilempar batu oleh oknum tak dikenal di Flyover Purwosari, Jumat dini hari, (9/7). (ISTIMEWA)
PECAH: Kondisi ambulans milik PKU Muhammadiyah Cawas yang dilempar batu oleh oknum tak dikenal di Flyover Purwosari, Jumat dini hari, (9/7). (ISTIMEWA)
SOLO – Pelaku pelemparan batu terhadap mobil ambulans PKU Muhammadiyah Cawas, Klaten di Flyover Purwosari, Solo masih gelap. Polresta Surakarta telah memeriksa lima saksi. Dugaan sementara, pelaku pelemparan menggunakan kendaraan berlawanan arus dengan laju ambulans.

Kasatreskrim Polresta Surakarta AKP Djohan Andika mengatakan, seluruh bukti-bukti pelemparan ambulans telah dikumpulkan untuk mengungkap pelaku. Termasuk keterangan dari para saksi.

“Tidak hanya kamera pengawas, seluruh yang berkaitan dengan pelemparan kami periksa," ujar kasatreskrim mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Saat ini, mobil ambulans itu masih diamankan di mapolresta. Dia menyebut, keterangan dari sopir ambulans, diduga pelaku pelemparan di Flyover Purwosari mengendarai sepeda motor. Namun, karena kejadian malam hari sopir tidak melihat jelas plat motor dan pengemudinya.

Sementara itu, Ketua Layanan Umat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten Husni Tamrin mengatakan, saat dilempar batu, sopir melihat sebuah mobil boks dan sepeda motor dari arah berlawanan ambulans melaju.

Muhammadiyah pun mengambil langkah hukum atas peristiwa itu dan tidak menoleransi kembali aksi teror ambulans. Sebelumnya, teror serupa pernah menyasar ambulans tersebut. Kasus ini kemudian diselesaikan secara  kekeluargaan. Namun, untuk kejadian kedua ini, akhirnya diambil langkah hukum agar member efek jera.

"Ini bukan ambulans pasien terkonfirmasi Covid-19. Saat melintas dari arah timur, posisi rotator menyala tapi sirine mati karena bukan membawa pasien darurat. Baru saja pulang dari rumah sakit,” papar Husni.

Menurutnya, bekas pecahan benda yang dilempar berwarna merah seperti batu bata. Padahal jelas di Flyover Purwosari tidak ada batu bata.

Sebelumnya, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menegaskan bakal mengambil langkah tegas bagi siapa saja yang melawan hukum, menyusul pelemparan batu ke ambulans. Ambulans merupakan kendaraan prioritas yang sudah diatur dalam perundang-undangan.

“Para pengguna jalan wajib hukumnya memberikan kesempatan mobil prioritas melintas di jalur itu. Memberi kesempatan mendahului," paparnya.  (atn/bun/ria)

  Editor : Syahaamah Fikria
#pelemparan ambulans #Flyover Purwosari #ambulans #teror #ambulans dilempar batu di flyover purwosari