Pantauan Jawa Pos Radar Solo, sejumlah kendaraan roda dua atau roda empat yang tidak bisa melintas karena jalur masuk kota (jalur barat ke timur) ditutup, memilih mencari jalur alternatif melalui sejumlah jalan perkampungan yang ada di wilayah karangasem, laweyan.
"Sejak Makutho disekat banyak kendaraan melintas lewat jalan kampung. Mungkin sejak tadi pagi, tapi sampai siang ini masih ramai juga," jelas salah seorang warga Kampung Norowangsan, Karangasem, Nara Wicaksono saat ditemui Jawa Pos Radar Solo.
meski banyak kendaraan yang terpaksa memutar atau mencari jalur alternatif lain, sejumlah kendaraan masih diperbolehkan melintas dengan alasan tertentu. Misalnya pengguna kendaraan bermotor yang rumah atau lokasi tujuannya ada di sepanjang segmen yang disekat itu. "Rumah saya di Baturan, jadi masih boleh lewat," ucap Abiyasa, warga kampung Blulukan, desa Baturan, Colomadu, Karanganyar.
Sekadar informasi, penutupan Jalan Adi Sucipto segmen Tugu Makutho-Tugu Wisnu mulai ditutup pada jumat (16/7) sejak pukul 00.00 WIB. Kebijakan penyekatan itu diberlakukan selama 24 jam hingga 20 Juli mendatang. "Yang ditutup dari arah barat saja. Jadi hanya satu arah saja yang ditutup," terang Wakasatlantas Polresta Surakarta, AKP Sutoyo belum lama ini. (ves/dam) Editor : Damianus Bram