Dari video yang diunggah akun instagram Energi Solo, Bripka Arif terlihat menyerahkan satu bungkus tisu kepada perekam video yang menggunakan mobil. Terlihat pula Arif membawa tumpukan koran. Diposisi paling atas terlihat Koran Jawa Pos yang dipegang Arif.
Sang perekam video juga menananyakan Arif berasal dari kesaatuan mana. “Saya dari Polresta Solo ibu, saya kasihkan ke pak Agus. Terima kasih banget ini,” papar Bripka Arief.
Pengunggah video itu pun juga menuliskan caption sengaja putar balik lihat polisi jualan koran. 'Masya Allah mulia banget Pak Polisi. Bantu penjual koran di pinggir jalan'.
Dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Arif tak menyangka aksi spontannya ini menjadi viral. Dia bercerita awalnya dia hanya menjalani patroli pengawalan vaksinasi dari gedung Graha Saba Buana.
"Terus sekitar pukul 14.00 saya lewat Gemblegan saya lihat di media jalan ada bapak-bapak sudah tua, jualan koran panas-panas. Sampai Pasar Harjodaksino, saya putar balik. Mobil saya parkir dipinggir jalan, saya nyebrang datangi bapaknya tadi. Namanya pak Agus. Saya deketin dia takut, dikiranya mau ditangkap. Saya beri pengertian kalau saya mau bantu jualan. Sempat saya tanya kenapa bapaknya duduk disitu, ternyata kakinya sakit karena penyakit gula," paparnya.
Arif menuturkan, kala itu ada 8 eksemplar koran dan 3 tisu. Dengan çekatan, Arif langsung menjualkan barang dagangan Agus. Tak sampai 15 menit, seluruh dagangan tersebut ludes. "Tadi laku Rp. 153 ribu. Yang Rp. 100 ribu dari ibu yang merekam itu, saya tidak nyangka bisa viral, tadi pak Zebra 2 (Wakasatlantas AKP Sutoyo,) sampai telpon saya karena viral," ujarnya.
Uang hasil penjualan lantas diserahkan kepada Agus. Namun ketika hendak diantarkan pulang oleh Arif, Agus menolak.
"Rumah bapaknya tadi bilang dibelakang SPBU laweyan. Tapi sehari-hari jualan disitu. Tadi saya tanya dari pagi baru sedikit yang laku. Lillahhitaala saya ikhlas, saya tahu di masa PPKM ini banyak warga kesulitan. Saya senang bisa membantu Pak Agus,” imbuh dia. (atn/dam) Editor : Damianus Bram