Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Wilujengan Kasunanan: Gusti Moeng Mendahului, PB XIII Hari Ini

Damianus Bram • Kamis, 26 Agustus 2021 | 13:00 WIB
NGURI-URI BUDAYA: Lembaga Dewan Adat (LDA) Upacara Wilujengan Hadeging Nagari Ke-276 Keraton Kasunanan Surakarta digelar secara terbatas di Sasana Sumewa, kompleks pagelaran keraton, Rabu (25/8) kemarin. Sedangkan PB XIII akan menggelar tradisi ini hari i
NGURI-URI BUDAYA: Lembaga Dewan Adat (LDA) Upacara Wilujengan Hadeging Nagari Ke-276 Keraton Kasunanan Surakarta digelar secara terbatas di Sasana Sumewa, kompleks pagelaran keraton, Rabu (25/8) kemarin. Sedangkan PB XIII akan menggelar tradisi ini hari i
SOLO – Para sentana dan abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta menggelar wilujengan Hadeging Nagari Ke-276 Keraton Kasunanan Surakarta. Upacara adat yang dipimpin GKR Wandansari ini dilakukan terbatas di sasana sumewa, kompleks pagelaran keraton, kemarin (25/8). Hari ini, giliran Raja Kasunanan Surakarta Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi menggelar acara serupa.

“Ini merupakan bentuk syukur di mana seluruh keluarga besar Keraton Kasunanan bisa kembali menggelar upacara adat di tengah pandemi yang berkepanjangan sepertini ini. Ya harapannya biar pandemi lekas rampung dan keraton bisa tetap eksis di masa depan,” ujar GKR Wandansari, putri Paku Buwono (PB) XII usai memimpin upacara adat.

Selain memastikan ritual adat yang sudah dijalankan sejak puluhan tahun silam itu berjalan dengan baik, digelarnya hadeging nagari itu juga sebagai wujud eksistensi dari Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta, di mana lembaga adat itu sudah dibekukan oleh pemerintah sejak beberapa tahun lalu.

"Kami akan menyampaikan ke pemerintah apa keputusan Mahkamah Agung itu. Jadi dalam hal ini institusi terkait biar tahu, kami (LDA) tidak pernah bubar dan masih eksis sejak 2004. Sampai saat ini kami masih berproses untuk mendudukkan perkara yang benar sesuai porsinya," tegas perempuan yang akrab disapa Gusti Moeng ini

Gusti Moeng yang sebelumnya menjabat sebagai LDA Keraton Kasunanan Surakarta ini berharap keberadaan LDA bisa kembali diperhitungkan oleh pemerintah. Di mana trah keluarga besar Mataram Islam itu masih selalu nguri-uri kabudayan dengan menggelar berbagai kegiatan adat yang sudah diturunkan sejak zaman dulu.

Selain itu, LDA juga rutin kerja bakti dan bersih-bersih aset keraton sekalipun mereka belum diizinkan masuk ke dalam keraton sejak beberapa tahun lalu.

"Kami ingin agar Keraton Surakarta kembali baik dan tentram. Keluarga besar bisa rukun dan kerabat yang sudah tidak bisa masuk dalam lima tahun terakhir ini bisa masuk kembali untuk melaksanakan prosesi-prosesi adat yang masih dijaga sampai hari ini,” harap Gusti Moeng.

Hari ini, giliran PB XIII juga akan menggelar acara serupa. Prosesi adat yang telah dilakukan turun temurun itu bakal digelar di Sasana Handrawina Keraton Kasunanan Surakarta.

"Kamis (26/8) pagi pukul 10.00. Sesuai arahan pemerintah harus menerapkan protokol kesehatan dan sangat terbatas. Maksimal 200 peserta saja," terang Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat KGPH Dipokusumo saat dihubungi via telepon kemarin malam.

Disinggung soal kegiatan serupa yang digelar LDA Keraton Kasunanan dibawah komando Gusti Moeng, Dipokusumo tak mau berkomentar. Dia memilih menyerahkan kepada masyarakat untuk menilainya.

"Apakah setiap orang boleh menggelar kegiatan serupa ya kami kembalikan ke tradisi dan adat yang sudah dilakukan turun-temurun saja. Artinya masyarakat bisa menilai mana yang jadi patokan," hemat pria yang akrab disebut Gusti Dipo itu. (ves/mg3/bun) Editor : Damianus Bram
#pb xiii hangabehi #GKR Wandansari #KGPH Dipokusumo #Lembaga Dewan Adat #wilujengan Hadeging Nagari Ke-276 Keraton #keraton kasunanan surakarta