Di depan sejumlah awak media, Putra presiden Joko Widodo itu membenarkan adanya komunikasi dengan pihak Kemensos perihal pembangunan satu unit rusun di kawasan Centra UMKM Khusus Penyandang Disabilitas di Jalan Adi Sucipto, Manahan. Tepatnya sisi selatan gedung RC workshop Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Prof. Soeharso.
“Ya nanti di belakang situ. Lokasi itu nanti bakal jadi tempat yang luar biasa sekali,” kata Gibran, Selasa (31/8).
Pembangunan satu rusun dengan kapasitas 100 unit hunian itu bakal dikerjakan pada 2022. Keseluruhan anggaran pembangunan seluruhnya ditanggung oleh Kemensos, mengingat lahan tersebut juga merupakan lahan milik kementerian tersebut.
“Rencananya awal tahun nanti, tapi akan kami koordinasikan lagi dengan dirjennya biar lebih jelas. Rencananya 100 unit (campur), yang difabel lantai satu, lantai diatasnya untuk masyarakat lain yang kurang mampu. Pemkot hanya menerima saja,” jelas Gibran.
Pembangunan satu blok rusun itu diperuntukkan untuk penyandang disabilitas dan warga kurang mampu. Sebanyak 100 unit rusun itu akan dikelola dengan model sewa bulanan dengan retribusi yang relatif murah. Dengan demikian fasilitas rumah susun sewa ini mampu memberikan naungan yang baik dan memberikan kesempatan kerja bagi para penghuninya.
“Sudah diputuskan, tahun depan mulai proses lelangnya. Tarifnya Rp 10 ribu per bulan. Nanti juga akan ada urban farming, ternak ayam petelur, dan budidaya lele agar penerima manfaat bisa segera dapat bantuan,” jelas Menteri Sosial Tri Rismaharini belum lama ini.
Pembangunan rusunawa ini tidak hanya dilakukan di Solo, namun juga akan dibangun di kota lain seperti Medan, Palembang, Padang, dan Makasar, mengingat keberadaan lahan kosong yang dimiliki Kemensos di sejumlah daerah.
“Tahun depan ada enam blok rumah susun yang dibangun. Kalau tahun ini pembangunan rusun sudah dimulai di Bekasi dan Jakarta. Tujuannya untuk menampung warga kurang mampu dan memberikan lapangan kerja pada mereka,” tutup Mensos. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram