Pantauan Jawa Pos Radar Solo Selasa kemarin (7/9), selebaram misterius ini tertempel di tembok-tembok pertokoan di Jalan Gatot Subroto, Jalan Djuanda, hingga Jalan Kapten Mulyadi. Terlhat ada sejumlah tulisan pada pamflet tersebut, yang dibawahnya terdapat seperti orang sedang menggambar grafiti.
Tulisan yang ditemui koran ini antara lain: Jualan Di Penjara, Nggak Jualan Mati Kelaparan; Berani Membatasi, Harus Menghidupi; Kinerjanya yang Diperbaiki Bukan Kritiknya yang Dibatasi.
Mahendra, 39, salah seorang pegawai toko di kawasan Jalan Gatot Subroto mengaku baru mengetahui adanya pamflet tersebut Senin (6/9) kemarin. “Tahunya saat lewat mau menuju toko. Mungkin pasangnya (pamflet) Minggu," ujarnya.
Dia tidak mempersoalkan pemasangan pamflet itu, tapi harus pada tempatnya. "Saya sih tidak apa-apa ya, mungkin ini keluh kesah mereka yang terdampak PPKM. Cuma ya kalau pasang tahu tempat saja, jangan asal pasang. Kalau dilepas lem sama kertasnya masih nempel ditembok atau rolling door toko," kata Mahendra.
Suripto,56, salah seorang pengayuh becak yang biasa mangkal dikoridor Jalan Gatot Subroto menuturkan, sempat melihat orang yang menempel pamflet tersebut.
“Saya melihat orang mengenakan kaos hitam menempelkan selebaran kertas di tembok Jalan Gatsu (Gatot Subroto) Minggu kemarin. Cuma wajahnya tidak jelas, pakai masker," katanya.
Dia tidak menyangka yang dipasang merupakan selebaran berisikan kritik soal PPKM. Awalnya mengira orang itu menempelkan selebaran terkait iklan produk atau lowongan kerja. "Tahunya pagi harinya pas saya lewat," ujarnya.
Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan membenarkan adanya selebaran berisikan kritik soal PPKM di sejumlah pertokoan dan rumah warga di Kota Solo. Petugas telah membersihkan pamflet itu karena mengganggu warga.
“Vandalisme dan menempelkan selebaran atau poster di tempat umum melanggar Peraturan Daerah Kota Solo No 10 Tahun 2015 tentang Lingkungan Hidup. Atas dasar itu akan melakukan pembersihan. Untuk sanksi biasanya tipiring," kata Arif.
Seperti diketahui, sebelum pamflet, sejumlah vandalisme terlihat di kawasan Kusumoyudan. Lokasi yang posisinya tak jauh dari kawasan Pasar Legi ini, terdapat grafiti berukuran terbesar bertuliskan 'Orang Miskin Dilarang Sakit'. Selain grafiti tersebut, terdapat tulisan bercat biru berbunyi 'Indonesiaku Lagi Sakit' di seberang jalan. Tepat di atasnya terdapat tulisan 'Pray for PKL' dengan cat merah. (atn/bun/dam) Editor : Damianus Bram