Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Mengenal Batik Gaya Mangkunegaran: Motif dan Warna Lebih Rumit

Syahaamah Fikria • Minggu, 3 Oktober 2021 | 05:10 WIB
Photo
Photo
BATIK Pura Mangkunegaran Surakarta memiliki ciri khas dibandingkan motif batik Keraton Kasunanan Surakarta. Yakni tingkat kerumitan dan perwarnaan.

Abdi dalem Pura Mangkunegaran sekaligus Dosen Sejarah, Kebudayaan, dan Adat Mangkunegaran Akademi Seni Mangkunegaran Surakarta Mas Ngabei Widodo Ari Bowo mencontohkan, parang klitik gaya Mangkunegaran memiliki motif lebih kecil dan rapat dibandingkan batik Keraton Kasunanan Surakarta.

Begitu juga dengan warna. Latar sogan Pura Mangkunegaran lebih gelap. Pun demikian latar bledak yang dilengkapi semburat kecokelatan.

“Walaupun namanya sama, perbedaannya sangat terlihat. Orang-orang pasti akan tahu, o…kalau motif seperti ini pasti dari Mangkunegaran,” jelasnya.

Photo
Photo
Batik gaya Mangkunegaran.

Secara umum, batik-batik yang lahir dari Pura Mangkunegaran mengandung dua filosofi. Pertama, mengusung nilai berahnomnomi, yakni semangat anak muda. Kedua, woh pangolahin budi, yang merupakan hasil olah rasa, pikiran, dan teknologi.

“Maka jangan heran jika sejumlah motif terkenal asal Mangkunegaran diakui memiliki tingkat kerumitan tinggi. Ada 76 bahan rahasia yang dipakai membuat wedalan. Karena rahasia tidak boleh saya utarakan di sini,” beber Ari.

Photo
Photo
Batik gaya Mangkunegaran.

Ditambahkan Ari, mayoritas motif batik khas Pura Mangkunegaran yang terkenal berasal dari masa Mangkunegara (MN) VII hingga IX, antara lain motif Sapanti Nata pada era MN VII, karya permaisuri MN VIII dan Ibu Tien Soeharto yang menciptakan Batik Sekar Jagat, Semyok Gringsing karya Gusti Nurul, dan sebagainya.

“Motif-motif tadi masih terus dibuat dan dikembangkan. Hanya ada satu yang karena saking rumitnya, belum ada yang bisa membuatnya. Namanya motif batik parang kupu pada masa MN VIII,” terang Ari. (ves/wa/ria) Editor : Syahaamah Fikria