Rehabilitasi Pura Mangkunegaran sejatinya sudah dimulai dijadwalkan sejak 2010. Namun baru bisa dilaksanakan pada 2015. Sejak itu perawatan dan perbaikan bangunan cagar budaya di kompleks Pura Mangkunegaran itu dilakukan secara bertahap.
Tahun ini, perawatan menyasar sejumlah bangunan seperti Ndalem Ageng, Pringgitan, sebagian kecil pendapa, Ndalem Prangwedanan bagian utara, Rekso Pustoko, Langenpraja dan lansekap.
“Berjalan lancar. Seharusnya pada Desember (kelar). Tidak ada kendala sehingga kemungkinan selesai tepat waktu,” ucap putra bungsu Mangkunegara IX G.P.H. Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo disela giat vaksinasi yang dihelat bersama Pemerintah Kota Surakarta, Senin (4/10).
Rehabilitasi sejumlah bangunan utama di kompleks Pura Mangkunegaran berupa penanganan atap bocor, perbaikan saluran drainase dan penanganan genangan air, perbaikan total perpustakaan setempat (Rekso Pustaka), hingga perbaikan lantai dua gedung perkantoran Praja Mangkunegaran.
“Awalnya digarap 2020 tapi mundur ke 2021. Perbaikan dilakukan selama PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat), sehingga tidak mengganggu kunjungan wisata. Kami menggunakan momentum ini untuk produktif, membenahi apa yang bisa kami benahi,” jelas Bhre.
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming yang turut meninjau proses rehabilitasi di sela peninjauan vaksinasi itu berharap proses perbaikan bangunan yang rusak bisa rampung tepat waktu. Pihaknya memastikan bahwa proyek rehabilitasi yang dilakukan pemerintah pusat itu berjalan lancar sehingga dapat rampung tepat waktu.
“Semuanya bagus dan tidak ada kendala. Sudah beres, bagus semua,” tutur Gibran saat mendampingi Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima dan sejumlah jajaran instansi terkait lainnya. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram