Salah seorang kerabat keraton, GKR Koes Moertiyah mengatakan, almarhumah sempat dirawat di rumah sakit selama beberapa waktu sebelum dinyatakan meninggal pada Selasa malam (5/10). Keraton merasa kehilangan atas kepergian dia. Selama ini dia terlibat dalam mengurus keraton, khususnya dalam perawatan Bangsal Keputren di Keraton Kasunanan.
"Sakitnya sudah lama, tiga bulan lalu almarhumah jatuh dari tempat tidur dan tidak bisa beraktivitas lagi. Akhirnya meninggal di rumah sakit dengan ditunggui oleh suami dan anak-anaknya," terang adik kandung PB XIII itu.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, jenazah R.Ay Puger diberangkatkan dari rumah duka menuju lokasi pemakaman sekitar pukul 13.00 diiringi seratusan pelayat, baik dari keluarga, abdi dalem, dan sanak kerabat maupun kawan-kawan terdekat. Dia dimakamkan di area pemakaman milik Keraton Kasunanan di Ki Ageng Henis, Laweyan.
"Waktu dikabari pertama ya kaget. Kami dengar kabar beliau dirawat di ICU, belum sempat menjenguk dikabari sudah meninggal dunia," ucap Tutik Mardiyanto dan Endang Sekar, kawan akrab R.Ay Puger yang sama-sama sempat mengenyam bangku pendidikan di SMP Negeri 3 Surakarta dulu.
R.Ay Puger tutup usia di umur 63 tahun. Dia meninggalkan tiga putra yaitu KRMH Suryo Kusumo Wibowo, KRMH Suryo Adimojojo, dan BRM Suryo Triono, serta meninggalkan lima cucu. Di antaranya RM Bagus Mahendra Suryo Wibowo, RM Arsya Nendra Gumilang Suryo Wibowo, R.Aj Kus Ayu Darmastuti Ramadhani, R.Aj Kus Kirana Kusumastuti, dan R.Aj Kus Iswari Kusuma Lalita Rukmi. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram