Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan, Pemkot Surakarta mulai melihat kesempatan untuk menggelar kembali sejumlah event di Kota Bengawan seiring situasi pandemi Covid-19 yang makin terkendali. Tepatnya sejak penerapan PPKM level 2 diterapkan. Nantinya sejumlah event yang sempat dihapus dari agenda rutin tahun 2020 lalu akan mulai digelar pada akhir 2021 ini.
"Yang jelas Oktober, November, dan Desember nanti akan kami adakan lagi event-event yang sebelumnya ditiadakan. Seperti Solo Keroncong Festival dan Rock in Solo. Pekan depan kami juga ada event Solo Wellness Tourism," terangnya, Minggu (17/10).
Lebih detail, Gibran dijelaskan untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan wellness tourism merupakan kegiatan kepariwisataan. Sementara untuk penyelenggaraan Solo Keroncong Festival dan Rock in Solo merupakan kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan seni-budaya di Kota Solo. "Situasi mulai membaik, makanya kegiatan yang sempat tertunda kita mulai kembali. Pokoknya kami kejar untuk pemulihan ekonomi," jelas wali kota.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Kota Surakarta Agus Santoso membenarkan hal yang disampaikan oleh wali kota Surakarta. Saat ini berbagai event seni-budaya yang sempat tertunda memang direncanakan akan mulai disiapkan untuk bisa kembali dihelat. Solo Keroncong Festival (SKF) rencananya digelar di Convention Hall Terminal Tirtonadi pada 7-8 November mendatang.
"Pre event-nya sudah kami mulai dengan Panggung Keroncong kemarin. Ini juga untuk memperkenalkan SKF yang akan segera digelar pada awal November nanti," terang dia.
Selain keroncong, Dinas Kebudayaan juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait penyelenggaraan sejumlah event budaya lainnya yang akan dihelat di Solo pada penghujung tahun ini.
"Turun level PPKM ini memang sangat berpengaruh dalam penyelenggaraan berbagai event. Harapannya para seniman dan pekerja kreatif di Solo bisa kembali mendapat tempat untuk berkarya. Dengan demikian roda perekonomian juga bisa ikut bergerak, khususnya bagi kelompok pekerja seni dan industri kreatif di Solo," tutup Agus. (ves/nik/dam) Editor : Damianus Bram