Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengaku pihaknya sudah melakukan upaya pencegahan terhadap temuan kasus positif di sejumlah sekolah itu. Masyarakat tidak perlu merisaukan hal itu karena tidak akan berpengaruh pada pelaksanaan PTM terbatas di sekolah lainnya.
"Kami terus evaluasi PTM terbatas setiap hari. Kami tes tracing. Kebetulan ditemukan ada beberapa yang positif dari beberapa sekolah. Sekolah lain tidak perlu takut. Jaga prokes, lanjutkan PTM,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Dwi Ariyatno mengatakan, disdik sudah menindaklanjuti arahan dari Tim Penanggulangan Satgas Covid-19 Kota Surakarta.
“Hasil sepenuhnya ada di dinkes. Disdik hanya meneruskan penanganan lanjut untuk SD diminta PJJ dulu selama sebulan penuh,” ujarnya.
Dwi Ariyatno menilai penemuan kasus positif ini belum bisa dikatakan sebagai klaster baru Covid-19 di sekolah. Penyebutan klaster akan dilakukan jika ternyata ditemukan lebih dari setengah siswa di kelas terjangkit Covid-19 akibat adanya satu siswa yang positif.
Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta Sugeng Riyanto mendukung langkah Pemkot menghentikan sementara proses PTM di sekolah yang terbukti ada temuan kasus.
"Namun yang jelas, harus ada tracing serius dalam menyikapi temuan ini. Penularan awalnya dari mana. Jangan sampai PTM yang dijadikan kambung hitam. Bisa saja anak terpapar dari luar sekolah," ujar Sugeng. (ves/ian/bun/dam) Editor : Damianus Bram