Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Konfirmasi Sekolah yang Terpapar Covid, DPRD Panggil Disdik Surakarta

Damianus Bram • Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:45 WIB
Putut Gunawan, Ketua Komisi IV DPRD Kota Surakarta. (ISTIMEWA)
Putut Gunawan, Ketua Komisi IV DPRD Kota Surakarta. (ISTIMEWA)
SOLO - DPRD Kota Surakarta berencana memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta guna mengkonfirmasi kejadian adanya 41 siswa dan 6 Guru yang terindikasi terpapar Covid-19 sehingga menyebabkan 5 sekolah dihentikan proses PTM-nya selama sebulan. Pemanggilan ini bakal dilaksanakan Kamis (21/10) besok.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Putut Gunawan saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo Selasa (19/10). "Kita undang besok Kamis, bersamaan dengan pembajasan RKA APBD 2022. Sebenarnya kita sudah menghubungi Dinas serta pak Sekda guna mengkonfirmasi hal tersebut. Nah lusa (besok,red) akan kita bahas untuk mengetahui detail kejadiannya," imbuh Politisi PDI-P ini.

Putut sendiri sangat menyayangkan adanya siswa serta tenaga pendidik yang terpapar virus Corona. Dia berharap kasus ini tidak meluas sehingga menimbulkan klaster baru.

"Sekali lagi, kita berhadapan dengan virus yang tidak tampak, sehingga segala kemungkinan memang bisa terjadi. Semoga anak-anak yang terpapar segera memperoleh pertolongan, apalagi diusia mereka belum mendapat jatah vaksin. Kemudian tidak menimbulkan rantai persebaran baru," ujar Putut.

Sementara itu, Pemerhati Pendidikan Solo, Kangsure Suroto mengatakan kasus ini terjadi karena masih kurangnya perhatian terhadap penerapan prokes. Tidak hanya di sekolah tapi juga diluar lingkup sekolah. "Dinas sudah menyusun skema  tapi masih ada kebocoran serta pelanggaran," katanya.

Kangsure menilai, kejadian ini bisa terjadi karena menurut pengamatannya kesadaran masyarakat dalam penerapan prokes mulai menurun 20 hingga 30 persen. "Itu asumsi saya pribadi, hasil pengamatan saya selama dua hingga tiga minggu ini. Karena trend kasus menurun, masyarakat malah abai, isitilah jawanya, nggampangke," ujarnya.

Kangsure menambahkan, jika dibandingkan tempat lain, sebenarnya sekolah merupakan tempat yang lebih tertib dari tempat lain. Namun bukan berarti tidak ada kasus. "Beberapa kali saya melihat ada pelanggaran prokes, seperti kasus beberapa waktu lalu ada temuan guru mengajar tidak pakai masker. Itu yang ketahuan, mungkin masih ada kasus serupa," papar Kangsure.

Kondisi ini diperparah dengan pola pikir sebagian wali murid yang tidak terlalu memperdulikan prokes. "Mengajak makan anaknya diluar tidak pakai masker. Pergi ke wedangan, tanpa menerapkan prokes," pungkasnya. (atn/dam) Editor : Damianus Bram
#41 Siswa di Solo Terpapar Covid-19 #DPRD Kota Surakarta #Klaster Sekolah di Solo #DPRD Panggil Disdik Surakarta