Pantauan Jawa Pos Radar Solo di lapangan, mereka tertahan didepan pintu gerbang lokasi. Tidak sedikit dari mereka balik kanan karena enggan menunggu, namun ada juga yang setia bertahan karena terlanjur sampai di lokasi.
Seperti yang dilakukan Ahmad Rozali. Dia yang datang bersama istri dan kedua anaknya memilih menunggu. Dia mengaku sudah menunggu di luar pagar selama hampir 1 jam.
“Dari pukul 09.00 tadi sudah di sini. Terus waktu mau masuk tidak diizinkan petugas. Katanya harus bergantian. Ya sudah tidak apa-apa daripada pulang lagi,” ujar warga Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar ini.
Sistem bergilir ini dibenarkan oleh Kepala UPT Taman Balekambang Sumeh. Sejak keluar kebijakan baru, di mana anak di bawah 5 tahun boleh masuk lokasi wisata, antusias warga mengajak keluarga berwisata sangat tinggi. Ada peningkatan 10 kali lipat dibandingkan sebelumnya.
“Biasanya sehari maksimal 250 orang, sekarang sampai ribuan. Sabtu lalu (23/10)) yang datang ke sini sampai 1.451 orang. Hari ini (Minggu kemarin) belum saya hitung berapa,” katanya.
Pengelola menerapkan sistem bergilir bagi wisatawan. Satu kloter, terdiri dari 1000 pengunjung. Setelah keluar, gantian kloter kedua masuk. Setelah sepi kawasan disemprot desinfektan.
Di sisi lain, event pasar seni dan budaya dalam rangka memeringati 1 abad Taman Balekambang kemarin cukup menyedot perhatian pengunjung. Ini bisa dimaklumi karena sudah 1,5 tahun tidak ada event karena pandemi.
Menelan biaya sekitar Rp 100 juta, event non virtual perdana Balekambang ini berlangsung 24-26 Oktober. Melibatkan 20 komunitas perajin asal Jogja dan Jawa Tengah.
Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa yang kemarin membuka kegiatan tersebut mengatakan, event ini merupakan bukti bahwa geliat pariwisata yang sempat mati di tengah pandemi mulai bergeliat kembali.
“Ini baru uji coba, karena level PPKM di Kota Solo masih berada pada level 2. Jadi pelaksaannya cuma tiga hari. Semoga event ini menjadi tonggak awal bangkitnya event-event ke depan,” kata Teguh.
Rencananya Taman Balekambang akan menggelar beberapa event skala nasional pada akhir bulan ini. Di antaranya lomba pancingan nasional 30-31 Oktober. Pada 14 November ada perlombaan burung tingkat nasional.
Tujuan pemkot melakukan sejumlah pelonggaran agar ekonomi di Kota Solo ini bangkit seperti sedia kala. “Ini juga ada UMKM, semoga apa yang mereka pamerkan di stand dibeli oleh pengunjung. Mereka rindu, karya mereka dinikmati secara langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Disinggung soal penggiliran pengunjung yang hendak masuk area Taman Balekambang, Teguh mengatakan, memang itu aturan yang harus ditaati pengelola wisata.
“Dibanding bulan-bulan lalu, kapasistas pengunjung yang diperbolehkan saat ini sudah mencapai 75 persen dari total kapasitas ruang,” tutur Teguh.
Selain pengelola, Teguh menyampaikan, mau tidak mau penyelenggara event harus mengatur aktivitas keluar-masuk para pengunjung. Mereka bisa menghitung serta harus menjaga dan mengawasi. Ketika pengunjung yang masuk awal sudah mulai pulang baru mempersilakan pengunjung lain masuk,” jelasnya.
Untuk tempat wisata lain, Teguh mengatakan, masih menunggu momen Natal dan tahun baru (Nataru). Menjelang akhir tahun ini penyekatan jalan-jalan utama akan diperketat. Targetnya akhir tahun ini Kota Solo turun ke level 1. (atn/bun/dam) Editor : Damianus Bram