Meski diguyur hujan, tidak menyurutkan semangat mahasiswa UNS untuk menggelar aksi tersebut. Aksi sebagai bentuk simpati dan duka cita ini juga dilengkapi dengan sejumlah poster yang berisikan tuntutan untuk Menwa dan Rektorat UNS. Salah satu poster bertuliskan “Menwa Berhutang Nyawa”.
Di bawah satu komando, para peserta aksi menyuarakan beberapa tuntutan. Pertama, mereka menuntut pihak UNS untuk segera memberikan keterangan secara jelas penyebab meninggalnya Gilang Endi Saputra. Kedua, pihak kampus harus bertanggung jawab penuh menyelesaikan kasus tersebut. Ketiga, mereka meminta pihak kampus untuk transparan dalam menangani kasus tersebut.
“Kami, berjanji mengawal kasus ini sampai tuntas dan jelas. Kami tidak butuh maaf. Kami ingin Menwa dibubarkan. Menwa Pembunuh,” ujar Alif Ageng perwakilan mahasiswa dari Fakultas Vokasi saat menyampaikan orasi di depan mahasiswa.
Selain, melakukan orasi, mahasiswa juga melakukan aksi tabur bunga. Menggunakan baju serba hitam, para mahasiswa melakukan doa bersama untuk korban Gilang Efendi. Aksi ditutup dengan menyalakan ratusan lilin secara bersama di depan Boulevard UNS. (ian/dam) Editor : Damianus Bram