Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

BTT 2022 Fokus Pemulihan Ekonomi, Pemkot Siapkan Rp 40 Miliar

Damianus Bram • Jumat, 29 Oktober 2021 | 15:00 WIB
Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka. (RADAR SOLO PHOTO)
Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka. (RADAR SOLO PHOTO)
SOLO Pemkot menyiapkan anggaran penanganan Covid-19 untuk tahun depan. Meski nominalnya tidak sebanyak 2021, anggaran ini perlu disiapkan mengantisipasi kejadian tak diinginkan. Sekaligus pemulihan ekonomi di masa pandemi.

Untuk diketahui, pada rancangan anggaran pendapatan belanja daerah (RAPBD) 2022, pemkot mengalokasikan belanja tidak terduga (BTT) senilai Rp 40 miliar. Jumlah tersebut jauh di bawah anggaran BTT 2021 yang mencapai Rp 110 miliar.

“Ini untuk antisipasi gelombang ketiga pada tahun depan. Kalau dilihat siklus kenaikan kasus Covid-19 kan hampir-hampir mirip dengan tahun sebelumnya. Biasanya naik pascalibur panjang,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta Ahyani, Kamis (28/10).

Pada tahun ini, imbuh sekda, BTT digunakan untuk melengkapi sarana prasarana (sarpras) layanan dan tenaga kesehatan penanganan Covid-19 di rumah sakit (RS), puskesmas, isolasi terpusat (isoter), vaksinator, bantuan sosial  dan lainnya.

Sedangkan BTT 2022 lebih difokuskan untuk pemulihan ekonomi masyarakat, sehingga nilai anggarannya tidak sebesar 2021. “Tahun depan kami masih harus merampungkan pembangunan GOR Indoor Manahan dan proyek lainnya, yakni pembangunan sejumlah sekolah, jalan dan jembatan, pemindahan Puskesmas Banyuanyar ke lokasi baru, dan sebagainya. Jadi kebutuhannya tidak hanya untuk penanganan Covid-19," beber Ahyani.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menambahkan, apabila dana BTT 2022 kurang, maka akan dianggarkan di RAPBD Perubahan.

Selain itu, pemkot masih memiliki Rp 70 miliar dari sisa BTT 2021. Dana tersebut akan masuk sisa lebih penggunaan anggaran (silpa). “Ya nanti kalau kurang dianggarkan di (APBD) perubahan saja. Wong tahun ini dianggarkan Rp 110 miliar nggak habis semua. Kalau diplot semua untuk BTT, ya habis. Nggak bisa bangun jalan, bangun sekolah, dan lainnya," tegas Gibran. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#Belanja Tidak Terduga Pemkot Surakarta #belanja tidak terduga #BTT 2022 Fokus Pemulihan Ekonomi #Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka