Hadir pada kegiatan di Hotel Adhiwangsa Solo itu, pengurus pusat hingga kabupaten/kota se Nusantara. Mereka kompak mengenakan pakaian serbahitam.
Ketua Umum (Ketum) PKR Tuntas Subagyo menegaskan, partainya hadir untuk seluruh masyarakat Indonesia dengan membawa perubahan dan era baru demokrasi. PKR tidak memiliki tokoh nasional dan akan memegang teguh daulat rakyat.
"Sehingga siapapun yang bergabung di dalam PKR, tidak ada embel-embel nasional dan lain-lain. Yang ada hanya WNI (warga negara Indonesia) yang berdaulat untuk membentuk satu kesatuan di dalam PKR,” tegasnya.
Tuntas menyebut PKR merupakan partai yang memegang teguh amanah penderitaan rakyat. Bersama mengabdikan diri untuk bangsa dan negara. Menjadikan Indonesia jaya, besar, mandiri, dan berjiwa kesatria.
Seluruh pengurus PKR yakin, dengan masyarakat Indonesia yang bersatu padu dapat mewujudkan impian dan tujuan mewujudkan Indonesia dengan ekonomi mandiri serta maju.
"Apabila rakyat sudah berdaulat dan bersatu dalam Kebhinnekaan, maka Indonesia akan menjadi negara yang luar biasa besar. Jangan sampai ada sengkuni-sengkuni di Indonesia. Oleh sebab itu, slogan PKR adalah punokawan. Kami menampilkan rakyat kecil, kami menampilkan daulat rakyat," beber Tuntas.
Pihaknya berkomitmen membawa PKR bisa mengikuti Pemilu 2024. Untuk mewujudkan hal itu, PKR mulai melengkapi legalitas persyaratan parpol peserta pemilu.
"Kami sudah mendaftarkan PKR ke Kemenkum HAM (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia) secara online. Tinggal melampirkan syarat secara fisik. Mudah-mudahan akhir tahun ini selesai. Awal tahun sudah terbentuk resmi," terang Tuntas.
Dalam ajang pesta demokrasi lima tahunan itu, Tuntas tidak menargetkan hal yang muluk-muluk, seperti menyiapkan calon presiden. Tapi PKR menargetkan kadernya bisa duduk di kursi parlemen, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Ditambahkan Tuntas, saat ini, telah terbentuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKR di 310 kabupaten/kota dan 19 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) atau tingkat provinsi.
“Kami berharap di sisa waktu yang ada ini memenuhi semua syarat agar bisa ikut meramaikan pesta demokrasi lima tahunan pada 2024,” ungkapnya.
Terkait motivasi pendirian PKR, Tuntas menegaskan, karena selama ini perjuangan politik di jalur independen lewat ormas Tikus Pithi Hanata Baris sangat terbatas, sehingga sulit dalam menyejahterakan rakyat.
"Sudah saatnya membuat parpol (PKR) karena keterbatasan ruang gerak independen dalam mewujudkan perubahan masyarakat," terang dia.
Apa yang membedakan PKR dengan parpol lainnya? Tuntas menyebut semua pengurus PKR berasal dari wong cilik. Tidak ada tokoh nasional. “Aspirasi dari wong cilik ini yang kami kedepankan,” ucap Tuntas.
Sekjen PKR Sigit Prawoso menambahkan, jumlah pengurus DPP PKR tercatat sebanyak 54 orang dan berkantor di Jakarta Utara. “Kami dikejar waktu untuk memenuhi semua persyaratan agar bisa mengikuti Pemilu 2024," kata dia. (atn/mg2/wa) Editor : Damianus Bram