Usulan tersebut telah disampaikan ke sekolah dan diteruskan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Surakarta. Untuk diketahui, Pemkot memutuskan menghentikan PTM terbatas selama satu bulan di sekolah yang terdapat kasus penularan Covid-19. Kegiatan belajar mengajar dialihkan menggunakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Dwi Ariyatno mengaku, usulan kembali dibukanya PTM terbatas, di antaranya datang dari orang tua siswa SMPN 4 Surakarta. PTM terbatas di sekolah ini dihentikan sementara karena ditemukan satu siswa terpapar korona.
“Beberapa sekolah yang mungkin sudah bisa kami kendalikan (penularan Covid-1) dan suspek positifnya kecil, kami mintakan kebijakan dari pimpinan untuk tidak sampai satu bulan PJJ-nya. Keputusan sepenuhnya ada di pimpinan. Tentunya dengan berbagai pertimbangan,” beber Dwi, Senin (1/11).
Dari aspirasi tersebut, Dwi menyimpulkan bahwa orang tua murid memberikan dukungan penuh terhadap PTM terbatas.
“Mungkin karena menurut mereka jumlahnya (kasus korona di sekolah) tidak terlalu banyak, sehingga tidak terlalu berbahaya dan bisa dikendalikan. Harapannya siswa sehat dan aman, PTM-nya bisa tetap jalan,” tutur dia.
Terpisah, Sujoko, orang tua siswa SMPN 4 Surakarta mengusulkan agar PTM terbatas di sekolah setempat kembali dibuka.
“Ini hanya usulan. Kalau bisa, sekolah-sekolah yang kasus positif (Covid-19)-nya sedikit, bisa segera menggelar PTM kembali. Bisa dikurangi (PJJ)-nya. Jangan sampai satu bulan penuh. Tapi ini hanya usulan. Kami orang tua pasti ikut aturan sekolah,” beber warga Jebres itu.
Kepala SMPN 4 Surakarta Sri Wuryanti mengamini ada beberapa orang tua siswa yang mengusulkan PTM terbatas segera dibuka. Orang tua siswa merasa temuan kasus korona di sekolah tidak menjadi ganjalan siswa lainnya melaksanakan PTM terbatas.
“Memang kemarin sempat ada beberapa orang tua siswa yang mempertanyakan kapan PTM terbatas dimulai kembali. Namun, untuk saat ini, kami masih tetap menjalankan PJJ sesuai arahan tim Satgas Covid-19 dan dinkes,” jelas dia.
Ditambahkan Sri Wuryanti, pihak sekolah memberikan pendampingan dan bantuan bagi siswa yang sedang menjalani isolasi mandiri. Termasuk keluarganya.
“Pendampingan secara psikologis terus kami berikan. Berdasarkan tracking swab PCR tahap II, Alhamdulillah semuanya hasilnya negatif,” imbuhnya.
Sekadar informasi, berdasarkan swab PCR tahap I, ditemukan kasus penularan Corona di sejumlah sekolah di masa PTM terbatas, yakni SMPN 4 Surakarta satu siswa terpapar, SMPN 8 Surakarta 11 siswa.
Berikutnya SD Kristen Manahan empat siswa, SDN Mangkubumen Kidul satu siswa, SDN Danukusuman dua siswa, SD Al Islam 2 Jamsaren satu siswa, dan SDN Semanggi Lor ada dua siswa. (ian/wa/dam) Editor : Damianus Bram