Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Usai Bobol 12 ATM & Kuras Ratusan Juta, Komplotan ini Digulung Polisi

Damianus Bram • Rabu, 3 November 2021 | 02:00 WIB
DIGULUNG: Para pelaku pembobol gerai ATM diamankan di Mapolresta Surakarta, Selasa (2/11). (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
DIGULUNG: Para pelaku pembobol gerai ATM diamankan di Mapolresta Surakarta, Selasa (2/11). (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
SOLO - Komplotan pelaku pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) berhasil digulung di sebuah indekos di Desa Gayam, Kecamatan/Kelurahan Sukoharjo. Para pelaku membawa kabur uang ratusan juta.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri membeberkan, para pelaku yang diamankan antara lain Firnando, 20, dan Ihsan, 45. Keduanya warga Bandar Lampung. Kemudian Irhamudin, 38, dan Ibnu Amirullah, 27,  warga Tangerang, Banten. Sedikitnya ada 12 gerai ATM yang dibobol para tersangka.

Ade mengatakan, sebelumnya ada laporan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kota Surakarta, di mana ada salah satu gerai ATM di kawasan Jalan Abdul Rahman Saleh, Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari, milik bank itu dibobol.

"Setelah itu kami melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan lokasi persembuyian mereka. Kami langsung menggerebek mereka di sebuah kos di wilayah Sukoharjo," urai Ade.

Dari pengakuan kepada penyidik, mereka sudah membobol tujuh mesin ATM milik BRI dan lima milik Bank Mandiri. Dari BRI berhasil menggondol Rp 239 juta, sedangkan Bank Mandiri Rp 22 juta. Selain di Solo, mereka juga beraksi di Sukoharjo dan Jogjakarta.

“Saat ini kami masih koordinasi efektif dengan dua satwil tersebut," papar Ade

Sasaran mereka adalah lokasi gerai ATM yang sepi, tidak dijaga, serta melakukan aksi di jam-jam di mana masyarakat umum tidak menyambangi mesin ATM. "Rata-rata yang menjadi sasaran adalah ATM di area SPBU," jelas Ade.

Soal modus, Ade menjelaskan, satu orang berperan sebagai orang yang berpura-pura mengakses ATM, seorang lagi sebagai eksekutor, sedangkan dua lainnya berperan sebagai pengamat situasi.

"Dua orang di dalam gerai ATM menunggu kode dari orang di luar. Apakah aman dalam menjalankan misi atau tidak," katanya.

Apabila situasi dipastikan aman, barulah kedua orang di dalam gerai beraksi. Mereka akan mengganti stop kontak di dalam mesin dengan stop kontak yang mereka bawa. Setelah menekan sebuah remote, server mesin lantas mati. Di saat itulah mereka langsung menggasak isi mesin ATM menggunakan stik penjepit khusus.

Tiga pelaku di antaranya merupakan pemain lama dan pernah menjalani masa kurungan penjara. Mereka pernah melakukan aksi serupa di wilayah Jawa Barat dan Ibu Kota Jakarta. Para pelaku dijerat dengan pasal 363 ke-5e dan ke-4e KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Sementara itu, pelaku Irham mengaku, dia dan komplotannya melakukan aksi ini dengan belajar dari YouTube tentang cara membobol ATM. "Setelah tahu semua, kami sepakat gerak (melakukan pembobolan ATM)," ujar tersangka. (atn/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#12 Gerai ATM Dibobol #polresta surakarta #Bobol ATM #Komplotan Pembobol ATM