Bukan tanpa alasan Paundra layak dinobatkan sebagai penerus tahta Pura Mangkunegaran. Karena Paundra putra tertua almarhum KGPAA Mangkunegara IX dengan mantan istrinya, Sukmawati Soekarnoputri.
“Mangkunegara IX kan sudah wafat. Seharusnya yang menggantikan tahtanya adalah anak tertua,” ungkap koordinator deklarasi Krisna Bunga Wardani, kemarin.
Alasan lainnya, Paundra lebih kecakapan dan berpengalaman. Khususnya dalam pengembangan kesenian. Baik di lingkup internal maupun eksternal Pura Mangkunegaran.
Ditanya posisi Bhre, putra almarhum KGPAA Mangkunegara IX yang sama-sama berpotensi menjadi penerus tahta, Krisna berharap keduanya bisa saling membantu dalam pengelolaan Pura Mangkuneragaran. Di mana Bhre harusnya ditempatkan sebagai perdana menteri.
“Kami tahu GPH Bhre Cakrahutama merupakan anak bungsu, hasil pernikahan Mangkunegara IX dengan Gusti Kanjeng Putri Mangkunegara IX. Tapi menimbang berbagai hal tadi, kami ingin Paundra sebagai raja. Sedangkan Gusti Bhre perdana menteri. Jadi kami ingin dua-duanya menjadi pemimpin,” harap Krisna.
Sebelum deklarasi, HKMN yang terdiri dari kerabat dan muda-mudi trah Mangkunegaran ini juga menggelar diskusi berbalut seminar. Menghadirkan sejumlah pakar sejarah hingga budayawan asal Kota Solo. Membedah nilai-nilai Mangkunegaran hingga sejarah suksesi yang pernah terjadi sejak Mangkunegara I-IX.
“Sesuai aturan, pewaris tahta adalah anak tertua. Tetapi, Mangkunegara IX juga punya putra buah pernikahan dengah Gusti Kanjeng Putri Mangkunegara IX. Putra paling sepuh ya Gusti Paundra, tapi kalau prameswari itu Gusti Bhre. Dua-duanya punya kelebihan dan kekurangan. Tetapi mereka bisa nyawiji atau kersa (mau) urut kacang. Mas Paundra dulu, tetapi tetap Gusti Bhre jadi pra-negara,” terang budayawan S.T. Wiyono.
Sejarawan UNS Susanto menambahkan, suksesi bisa dilakukan dengan menimbang tiga aspek. Yakni perpolitikan, tradisional, dan kharismatik. “Sekarang formatnya, keluarga yang bisa menjembatani. Sejarah membuktikan, patokan itu tidak baku. Namun yang terbaik untuk Pura Mangkunegaran sesuai kondisi saat itu,” urainya. (ves/mg4/fer/dam) Editor : Damianus Bram