Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Penyelidikan Kasus Perampokan Gudang Distributor Rokok Terus Dilakukan

Damianus Bram • Rabu, 17 November 2021 | 14:45 WIB
OLAH TKP: Polisi memasang police line di gudang distributor rokok yang disantroni perampok di Joyotakan, Serengan, kemarin (15/11). (A. CHRISTIAN/RADAR SOLO)
OLAH TKP: Polisi memasang police line di gudang distributor rokok yang disantroni perampok di Joyotakan, Serengan, kemarin (15/11). (A. CHRISTIAN/RADAR SOLO)
SOLO - Penyelidikan kasus perampokan disebuah gudang distributor rokok yang berada di jalan Brigjend Sudiarto No. 202 RT. 04 RW. 04 Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan masih dilakukan Satreskrim Polresta Surakarta.

Kasatreskrim AKP Djohan Andika mengatakan, sembilan saksi telah dimintai keterangan dalam kasus ini. "Yang sudah kami periksa dari pegawai gudang, pengelola gudang dalam hal ini supervisor, security yang lain, serta warga yang biasanya beraktivitas di sekitar lokasi," kata Djohan.

Polisi kemarin kembali datang ke lokasi untuk melakukan penyelidikan serta olah tempat kejadian perkara (TKP). Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimama cara pelaku masuk dan keluar serta melukai korban.

"Kami juga sedang mencoba mencari keberadaan CCTV dari lokasi lain, apakah ada yang mengarah ke gudang," ujarnya.

Dari hasil olah TKP didapati ada sejumlah pintu yang dirusak oleh para pelaku. Salah satunya pintu menuju ruang penyimpanan brankas. Polisi juga masih menanti hasil dari otopsi terhadap korban dari Bagian Forensik RSUD Dr Moewardi. Sedangkan jenazah sudah dipulangkan untuk dimakamkan di Dusun Jaragan RT 01 RW 01, Desa/Kecamatan Wonosegoro, Boyolali.

Disinggung apakah ada peran orang dalam? Djohan mengatakan itu nanti menunggu hasil penyelidikan hingga penyidikan. "Termasuk jumlah tersangkanya berapa. Itu nanti dari hasil penyelidikan," papar Djohan.

Djohan juga memberi saran bagi pelaku usaha lain, agar kasus serupa tak terulang, sebaiknya tempat-tempat penting agar dilengkapi sarana prasarana keamanannya, misalnya CCTV serta human resources juga harus diperbaiki.

"Kalau di situ ada uang perusahaan, apalagi dalam jumlah banyak sebaiknya tenaga kemanan ditambah. Atau mungkin uangnya langsung disetor ke bank, tidak disimpan dilokasi," ujar Djohan. (atn/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Perampokan di Gudang Distributor Rokok #satreskrim polresta surakarta #perampokan dengan kekerasan #Satpam Gudang Distribusi Rokok