Menginjak usia 109 tahun, Muhammadiyah telah banyak berkiprah dalam berbagai bidang khususnya pendidikan dan kesehatan. Di masa pandemi banyak program dan kegiatan yang telah dilakukan Muhammadiyah untuk membantu meringankan beban pemerintah maupun masyarakat. Salah satunya membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). Tim ini bertugas mengkoordinasikan pelaksanaan program dan aksi penanganan Covid-19.
Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Surakarta
Tim MCCC bertugas mengawasi semua kegiatan baik yang dilakukan oleh Muhammadiyah maupun masyarakat umum. Serta tetap menyuarakan bagaimana seharusnya masyarakat menerapkan protokol kesehatan yang baik dan benar.
Tidak hanya mengawasi pelaksanaan kegiatan kemuhammadiyahan, MCC juga bertugas memberikan pelayanan penanganan Covid-19. Seperti, penyemprotan disinfektan di lingkungan masyarakat.
Mobil ambulans Muhammadiyah juga sering digunakan untuk mengantar masyarakat ke rumah sakit. Serta bersinergis membantu pemakaman masyarakat secara gratis tanpa membeda-bedakan agama.
Berbagai elemen Muhammadiyah juga turut andil dalam menuntaskan Covid-19 di Kota Surakarta. Beberapa rumah sakit Muhammadiyah juga sering memberikan bantuan penanganan pasien Covid-19 dan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat dunia mewujudkan herd immunity. Ada empat titik rumah sakit yang dijadikan pusat penanganan dan distribusi bantuan dari Muhammadiyah.
Lewat program Lazismu yang bergerak di bidang pengumpulan, pengelolaan dan pendistribusian dana zakat, infaq dan sedekah, Muhammadiyah juga bersinergi untuk membantu kebutuhan masyarakat dalam bidang ekonomi. Dengan program Lazismu, ribuan sembako dan santunan digelontorkan untuk masyarakat Surakarta yang membutuhkan.
Selain dalam bentuk sembako, santunan juga diberikan dalam bentuk benah rumah tanpa dipungut biaya. Program ini Muhammadiyah lakukan sejak awal pandemi.
Dalam dunia pendidikan, kiprah Muhammadiyah juga cukup luar biasa. Membentuk kader-kader muda lewat sekolah-sekolah Muhammadiyah yang unggul, bermanfaat, berakhlakul karimah. Berbagai program pendidikan gratis juga diberikan kepada para kader muhammadiyah untuk dapat menjadi generasi emas Indonesia.
Adapun tantangan yang dihadapi Muhammadiyah ke depan yaitu terkait percepatan teknologi. Pada era digital, percepatan sebaran informasi dan teknologi menjadi tantangan bagi kader-kader Muhammadiyah. Namun, tetap berpegang teguh pada nilai-nilai utama, yaitu nilai agama dan kebaikan.
Di Milad Muhammadiyah ke 109, kader-kader Muhammadiyah harus tetap istikamah dan terus bersinergi mengembangakan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa demi tegaknya NKRI. (*) Editor : Damianus Bram