Walau Kota Solo terbilang kecil, ternyata tetap jadi sorotan publik karena jadi barometer nasional. Hal ini lantaran Presiden Joko Widodo berasal kota ini. Di kota ini pula, putra sulung Presiden Jokowi, yaitu Gibran Rakabuming Raka, menjadi wali kota. Itu artinya tingkat keamanan Kota Solo, tentu akan dipantau ketat semua pihak.
“Ini hal baru bagi saya dinas di Solo. Saya banyak di satuan tempur, mengantisipasi gangguan atau ancaman negara. Sekarang bertugas di satuan operasional komando teritorial,” ujar pria kelahiran 4 Desember 1980 itu.
Devy mengakui perjalannya hingga ada di posisi saat ini terbilang pajang. Walau berdarah Jawa, dia lahir dan tumbuh remaja di Bandung. Anak pertama dari tiga bersaudara itu lahir dari pasangan (Alm) Tumikan-Dwi Ambar Astuti, yang sama-sama dari Jogja.
“Kebetulan kakek buyut saya pejuang. Kakek saya ABRI, bapak saya TNI, termasuk saya. Jadi darah militer mengalir deras,” urai dia.
Sejak lulus dari Akademi Militer (Akmil) 2002 silam, selama lebih dari 18 tahun bertugas, dia selalu berada di komando tempur. Baru lulus, saat dia berpangkat letda. Langsung bertugas di Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura. Di tempat itu dia bertugas selama setahun. Setelah itu dia ke Batalyon 23 Kopassus di Bogor.
“Setelah itu saya pindah di Serang Banten di Grup 1. Di situ selama tiga tahun. Setelah wadanyon, saya Seskoad (Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat). Setelah Seskoad saya pindah di Kasmin Danjen Kopassus Cijantung setahun,” tuturnya.
Devy lantas melanjutkan tugas sebagai danyon Grup 1 Kopassus di Serang, lalu menjadi
kabag pusdiklatpassus di Batujajar. “Dari situ barulah mendapat mandat bertugas di Solo,” jelasnya. Sesuai kodrat prajurit TNI, Devy bertekad menjalankan tugas barunya sebaik mungkin. Sebagai bukti totalitas dalam bertugas, dia memboyong istri dan dua anaknya ke Solo. Mereka kini tinggal di Rumah Dinas (Rumdin) Dandim 0735/Surakarta di Baron, Laweyan.
“Mungkin sudah rezeki saya 18 tahun lebih di Kopassus. Ini (bertugas di Solo) amanah. Apa pun perintah tugas, kami siap melaksanakan,” kata dia.
Sejak 8 September 2021 laki-laki berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri itu dipercaya memimpin Kodim 0735/Surakarta. Dia menggantikan Letkol Inf. Wiyata Sempana Aji. (atn/nik) Editor : Niko auglandy