Hal ini terkuak dari rekontruksi yang dilakukan Satreskrim Polresta Surakarta di gudang yang berlokasi di ruas Jalan Brigjen Sudiarto Kelurahan Joyontakan, Serengan kemarin (30/11).
Adegan mulai saat pelaku datang ke lokasi naik Yamaha Jupiter MX dengan Nopol AD 5652 JOB di seberang gudang. Setelah itu korban menuju gudang di sisi selatan lokasi. Di gudang itu terdapat tumpukan kayu. Pelaku yang merupakan bekas satpam di tempat itu langsung naik memanjat tembok setinggi 4 meter itu lalu melompati ke dalam gudang.
Namun sayang, wartawan tidak diperlihatkan adegan di dalam gudang. Sekitar 45 menit pihak polisi melakukan reka adegan di dalam gudang. Kemudian adegan dilanjutkan saat pelaku mendorong troli yang di atasnya terdapat brankas berisi uang.
Pelaku sempat mengintip situasi di luar gudang melalui jendela pintu pagar besi gudang. Setelah keadaan aman, pelaku mengambil sepda motornya dan diparkirkan di depan pintu lalu menaikkan brankas ke belakang motor. Diperlihatkan pula pelaku sempat membuang handphone milik korban ke dalam kali.
Diperagakan pula saat korban mampir ke sebuah SPBU di Brumbung, Wonogiri untuk mengisi bensin. Kemudian cara korban merusak brankas guna menggasak uang Rp 310 juta dari dalam gudang. Diperlihatkan pula saat pelaku membuang brankas ke kali tak jauh dari rumahnya.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan, maksud pelaku membuang HP korban untuk menghilangkan jejak. "Sebab seperti yang diketahui, sebelum kejadian pelaku sempat mengirimkan pesan berisi ancaman, di mana pelaku ingin menghabisi korban," jelas Ade.
Handphone itu terjatuh saat terjadi perkelahian antara korban dan pelaku di dalam gudang. Karena terdesak korban masuk ke dalam kamar mandi gudang. Pelaku lantas mendobrak pintu kamar mandi, namun pintu itu malah menimpa pelaku. Kesempatan ini digunakan korban untuk menarik penutup wajah yang dikenakan pelaku.
"Saat itu, korban mengenali siapa sosok pelaku yang tidak lain merupakan mantan rekan kerjanya," jelas Ade.
Korban mencoba memukul pelaku menggunakan hanger, namun bisa ditangkis. Keributan kembali terjadi hingga akhirnya pelaku berhasil membalikkan keadaan.
"Korban tersungkur saat dadanya dipukul oleh pelaku. Pada saat itulah, pelaku menghujani pukulan ke arah kepala korban dan beberapa kali menghantamkan ke lantai hingga berdarah," katanya.
Saat korban sudah tak berdaya inilah pelaku mengambil brankas di ruang kasir dengan cara mendobrak pintu. Sebelum mebinggalkan lokasi, pelaku sempat melihat kondisi korban masih hidup namun lemah dan sempat minta tolong.
“Ada 69 adegan yang diperagakan dalam rekontruksi ini. Pelaku melakukan penganiyaan menggunakan tangan kosong. Dia sendiri yang merencanakan hingga eksekusi," tegas kapolresta. (atn/bun/dam) Editor : Damianus Bram