Vokalis Down For Life Stephanus Adjie menuturkan, ini bukan kali pertama perkawinan gamelan dengan musik keras ala DFL. Namun, A Journey of Rock In Solo dipastikan akan berkesan karena mengombinasikan antara metalcore dan musik gamelan racikan Gindrong Gunarto. Hadir pula artis kebanggaan Kota Bengawan antara lain Endah Laras, Djiwo dan Pinthus dari Bandoso, Kokom dari Paranoid, Doel dari Pecas Ndahe, Wawin Laura, dan Gitaris DD Crow dari Roxx.
“Kami tidak meninggalkan identitas sebagai band metal. Begitu juga dengan Mas Gondrong yang tidak meninggalkan identitas musik gamelannya. Bukan sekadar konser musik, tapi juga mendukung pemulihan ekonomi,” beber Adjie.
Soal proses latihan, Gondrong Gunarto ikut angkat bicara dengan memastikan proses latihan sudah semakin matang. Di awal altihan, Gondrong mengaku para penabuhnya harus beradaptasi dengan suasana musik keras yang dibawakan DFL.
Seiring waktu, penyatuan dua genre music itu dipastikan sesuai harapan dan menjadi bukti betapa asyiknya musik metal yang dipadukan dengan gamelan kontemporer.
“Teman-teman kami yang notabene dari (latar belakang musik) tradisional tidak biasa memang (dengan musik metal). Tetapi ini namanya kolaborasi harus saling membiasakan diri. Ada beberapa gamelan yang saya pilih untuk konser ini. Gamelan Banyuwangi karena sudah sangat mental dan gamelan Sekaten karena konon ketika mendengarkan gamelan itu akan mendapatkan sebuah keberkahan dan bunyinya sangat agung,” beber Gondrong. (mg3/ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram