Museum itu berada di lantai dua. Di dalamnya terpajang sejumlah pernak-pernik peninggalan sang maestro yang mendapat julukan The Godfather of Brokenheart ini.
Mulai dari beskap yang biasa digunakan saat manggung, baju pribadi, hingga deretan piala yang telah diperoleh almarhum semasa hidupnya. Terlihat pula peralatan pribadi hingga kasur yang sering digunakan Didi Kempot tidur.
Istri Didi Kempot, Yan Vellia mengatakan, sebenarnya bangunan tersebut merupakan rumah pribadinya. Sejak meninggal, banyak yang datang ke rumah itu. Mereka ingin melihat koleksi-koleksi Didi Kempot. Karena rumah lama kurang luas akhirnya pindah ke lokasi sekarang.
"Alhamdulillah, bulan kemarin kami pindah ke sini. Sekalian saja buat mini museum yang nanti boleh didatangi oleh masyarakat yang ingin melepas rindu. Atau ingin melihat koleksi beliau (Didi Kempot) yang jarang diketahui publik," ujarnya.
Yan mencontohkan, tape milik Didi Kempot yang terus dia rawat semasa hidupnya. Ibu dua anak ini menuturkan, meski zaman sudah maju, mendingang suaminya masih sering mendengarkan musik melalui tape tersebut.
"Kasur ini sama persis dengan yang ada di rumah lama, tidak pakai amben (dipan). Memang kebiasaan beliau seperti itu. Kalau habis manggung latihan, atau rekaman, kalau mau istirahat ya dikasur itu," kata Yan.
Disinggung soal koleksi paling berkesan, Yan menjelaskan, kalau meja makan adalah koleksi yang paling berharga. Sebab, di meja inilah biasanya menjadi tempat bagi Didi Kempot bercengkrama dengan sang istri dan kedua anaknya yakni Saka Praja Adil dan Seika Zanithaqisya Prasetya, serta keluarga yang lain.
"Di meja ini juga dijadikan beliau untuk mencari inspirasi lagu baru, sampai memikirkan kelangsungan musik campursari ke depannya. Di atas meja juga sama tatananya, ada asbak, karena beliau memang suka merokok, kemudian ada dua gelas. Yang satu gelas yang biasa digunakan untuk minum teh, yang satu untuk minum kopi," ujarnya.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta Ario Widiandoko yang hadir saat peresmian menuturkan, adanya lokasi ini menambah destinasi wisata di Kota Bengawan. "Apalagi beliau fansnya banyak, wisatawan yang masuk Kota Solo akan bertambah. Beliau salah satu seniman yang membawa harum Kota Solo," katanya. (atn/bun/dam)
Editor : Damianus Bram