Bagian depan kendaraan remuk karena kerasnya benturan. Beruntung tidak menimbulkan korban Jiwa. Terlihat pasien di dalam ambulance beserta salah seorang pendampingnya dievakuasi ke truk Dalmas Sat Samaptha Polresta Surakarta guna melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.
Supangat, salah seorang juru parkir di selter Manahan mengatakan, ambulans melaju dari timur ke barat sambil membunyikan sirene tanda kedarauratan. “Yang Alyla ini dari arah berlawanan. Belok kanan mau masuk jalan ini (Jalan KS Tubun). Karena jaraknya sudah sangat dekat, sama-sama kencang, ya sudah tabrakan. Untungnya arus lalu lintas dari arah belakang masing-masing kendaraan sempat berhenti. Jadi tidak terjadi kecelakaan karambol," urai dia.
Heru Prayoga, sopir ambulans mengatakan, siang kemarin, dia mendapat panggilan emergency dari keluarga pasien yang tinggal di belakang kantor PDAM Kota Surakarta dengan keluhan sesak napas. Pasien ini kemudian dibawa ke Rumah Sakit Brayat Minulya.
“Sampai perempatan lampu merah saya pelankan laju ambulans sambil terus memberi kode sirene membawa pasien. Ada dua mobil yang mau belok, yang pertama lolos. Ternyata di belakangnya masih ada. Karena jaraknya deket, saya coba banting kiri, tapi ternyata tetap tertabrak,” jelas Heru.
Terkait kondisi pasien, Heru mengatakan stabil. Hanya saja keluarga yang mendapingi dan duduk di jok depan mengalami lecet.
Kanit Laka Polresta Surakarta Iptu Suharto menuturkan, pihaknya masih melakukan pemerikasaan para saksi di lapangan. “Sopir Ayla dan ambulans kami mintai keterangan di kantor unit laka. Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan kami amankan sebagai barang bukti," terangnya. (atn/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono