Kakorlantas Mabes Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi mengatakan, Solo Smart City ini merupakan pilot project nasional dalam hal pelayanan masyarakat.
"Kenapa di Solo? Karena dari data yang kami peroleh kolaborasi antar-stakeholder sudah berjalan. Nanti pengesahannya kami tunggu wali kota menandatangani forum ini. Sebab, kekuatan smart city ini ada pada kolaborasi. Kalau ini sukses, tentu besar akan diikuti daerah lain," kata Firman
Dijelaskan Firman, program ini nanti bergerak di bidang pelayan masyarakat. Korlantas akan terus mem-backup dengan menambah peralatan ataupun perangkat-perangkat keras yang harus disiapkan di lapangan. Tentu ini butuh dukungan dari masyarakat.
"Secara penuh masyarakat bisa berperan serta aktif dalam mematuhi aturan lalu lintas. Kami harapkan bukan hanya karena dikontrol kamera dan lainnnya, tapi memang betul-betul siap untuk menjadi pemakai jalan yang baik. Kami harapkan nanti pelayanan ini bisa mendukung stakeholder untuk mengambil keputusan-keputusan," kata Firman.
Selain memantau kepatuhan masyarakat terkait lalu lintas, program ini juga untuk memantau gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) serta kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lantas).
Ada wilayah yang mungkin ada masalah dalam keseharianya. Aplikasi ini akan memberikan data.
"Misal di suatu jalan setiap hari macet, maka aplikasi ini yang akan mengumpulkan data. Apa saja penyebabnya. Tidak subjektif misal karena jalannya sempit saja, tapi dari aplikasi ini bisa dilihat faktor lainya karena memantau secara visual. Jadi pemangku kebijakan bisa mencari solusi yang tepat," kata Firman.
Senada dengan Kakorlantas, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menuturkan konsep dari program ini memang mengedepan kolaborasi antara Polri dan pemerintah.
"Kami support dari kamera yang sudah ekisting, kolaborasi dengan satpol, damkar dan BPBD. Gotong royong kita menjalankan program ini. Perangkat dan SDM sudah siap," kata Gibran. (atn/bun) Editor : Damianus Bram