Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kolaborasi Pemkot dan Polresta Surakarta Hadirkan Solo Smart City

Damianus Bram • Jumat, 14 Januari 2022 | 13:30 WIB
INOVASI LAYANAN: Traffic Management Center (TMC) Polresta Surakarta akan menjadi pusat layanan untuk hadirkan Solo Smart City berkolaborasi dengan Pemkot Surakarta. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
INOVASI LAYANAN: Traffic Management Center (TMC) Polresta Surakarta akan menjadi pusat layanan untuk hadirkan Solo Smart City berkolaborasi dengan Pemkot Surakarta. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – Program Solo Smart City bakal di-launching Februari. Pemkot dan Polresta Surakarta bakal berkolaborasi dalam pelayanan masyarakat. Pusat layanan ini akan dilakukan di gedung Traffic Management Center (TMC) Polresta Surakarta.

Kakorlantas Mabes Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi mengatakan, Solo Smart City ini merupakan pilot project nasional dalam hal pelayanan masyarakat.

"Kenapa di Solo? Karena  dari data yang kami peroleh kolaborasi antar-stakeholder sudah berjalan. Nanti pengesahannya kami tunggu wali kota menandatangani forum ini. Sebab, kekuatan smart city ini ada pada kolaborasi. Kalau ini sukses, tentu besar akan diikuti daerah lain," kata Firman

Dijelaskan Firman, program ini nanti bergerak di bidang pelayan masyarakat. Korlantas akan terus mem-backup dengan menambah peralatan ataupun perangkat-perangkat keras yang harus disiapkan di lapangan. Tentu ini butuh dukungan dari masyarakat.

Photo
Photo
Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi bersama Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka di TMC Polresta Surakarta kemarin (13/1). (M. IHSAN/RADAR SOLO)

"Secara penuh masyarakat bisa berperan serta aktif dalam mematuhi aturan lalu lintas.  Kami harapkan bukan hanya karena dikontrol kamera dan lainnnya, tapi memang betul-betul siap untuk menjadi pemakai jalan yang baik. Kami harapkan nanti pelayanan ini bisa mendukung stakeholder untuk mengambil keputusan-keputusan," kata Firman.

Selain memantau kepatuhan masyarakat terkait lalu lintas, program ini juga untuk memantau gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) serta kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lantas).

Ada wilayah yang mungkin ada masalah dalam keseharianya. Aplikasi ini akan memberikan data.

"Misal di suatu jalan setiap hari macet, maka aplikasi ini yang akan mengumpulkan data. Apa saja penyebabnya. Tidak subjektif misal karena jalannya sempit saja, tapi dari aplikasi ini bisa dilihat faktor lainya karena memantau secara visual. Jadi pemangku kebijakan bisa mencari solusi yang tepat," kata Firman.

Senada dengan Kakorlantas, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menuturkan konsep dari program ini memang mengedepan kolaborasi antara Polri dan pemerintah.

"Kami support dari kamera yang sudah ekisting, kolaborasi dengan satpol, damkar dan BPBD. Gotong royong kita menjalankan program ini. Perangkat dan SDM sudah siap," kata Gibran. (atn/bun) Editor : Damianus Bram
#Solo Smart City pilot project nasional #Solo Smart City #Solo Smart City Dilaunching Februari #Kolaborasi Pemkot dan Polresta