Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta Nur Basuki mengatakan, penataan kawasan Manahan dengan program penataan jalur pedesterian itu akan dikerjakan awal tahun ini. Meski masih dalam masa perencanaan, kebutuhan anggaran proyek penataan itu diperkirakan Rp 15 miliar.
"Saat ini masih dalam persiapan, namun dipastikan akan digarap dan selesai pada 2022 ini," kata Nur Basuki kemarin (16/1).
Konsep penataan kawasan Manahan dalam proyek perbaikan drainase itu bakal dilakukan mulai dari patung kuda Manahan (depan SMPN 1 Surakarta) hingga ke sisi barat menuju Jalan Menteri Supeno. Penataan itu akan dilakukan di seluruh bagian luar Stadion Manahan maupun kawasan lain di area sekitarnya. Termasuk menyasar lahan yang selama ini digunakan untuk selter PKL Manahan.
"Konsep penataan Manahan dikembalikan ke fungsi awal menjadi pedesterian. Soal pedagangnya nanti yang mengatur dinas perdagangan," jelas dia.
Disinggung soal bentuk penataan ke depan, DPUPR belum bisa memaparkan secara detail rencana penataan itu lantaran semuanya masih dalam masa perencanaan. Karena itu dia belum bisa menjawab dengan pasti apakah ke depan keberadaan selter PKL Manahan akan dipertahankan atau tidak.
"Informasi awal dari Wali Kota tidak pakai (selter). Kami akan koordinasi dulu dengan dinas perdagangan soal pedagang dan selternya. Yang pasti konsep penataannya adalah mengembalikan kawasan ke bentuk semula dan sesuai peruntukannya," beber Nur Basuki.
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan, desain penataan masih terus dimatangkan. Kendati demikian, dia membenarlan bahwa konsep penataan kawasan itu adalah penataan pedesterian dan taman kota.
"Desain yang lama tidak jadi. Konsep dua lantai untuk PKL dan parkir batal ya. Pedagangnya harus direlokasi dulu sebelum mulai dikerjakan," terang Gibran.
Di bagian lain, Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta Sugeng Riyanto mendukung upaya penataan yang direncanakan Pemkot Surakarta. Hanya saja konsep penataanya seperti apa perlu dibahas lebih detail agar tidak merugikan satu pihak dengan pihak lainnya.
"Manahan sebagai pusat olah raga memang sudah menjadi pemahaman bersama. Hanya saja apakan pemanfatan sarpras itu hanya untuk olah raga tanpa mengakomodasi kegiatan usaha itu yang perlu dibahas lagi. Saya mendukung penataan tinggal bagaimana win-win solusinya. Jika harus direlokasi ya carikan solusi terbaik untuk mereka," kata dia via sambungan telepon kemarin.
Politikus PKS itu memaparkan, Solo memiliki tradisi yang menganggap PKL sebagai mitra. Bila ke depan ada rencana pemerintah berdampak PKL di Kawasan itu maka harus dibicarakan dengan baik agar ditemukan solusi yang tidak mematikan usaha mereka.
"Komunikasi penting agar penataan dengan konsep baru ini tetap berjalan. Di sisi lain para PKL tetap terakomodasi aspirasinya. Saya kira kalau komunikasi baik pasti kawan-kawan PKL mendukung, tinggal bagaimana solusinya," ujar Sugeng.
Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta YF Sukasno bakal segera mengagendakan rapat kerja dengan DPUPR Kota Surakarta terkait pelaksanaan penataan kawasan itu dan konsep yang diusung pemkot dalam upaya pengembalian fungsi pedesterian dan taman itu di kawasan Manahan itu.
"Akan kami agendakan rapat untuk menjelaskan apakah ada perubahan-perubahan konsep dengan yang pernah dipaparkan sebelumnya. Kalau benar ada perubahan, apakah juga ada revisi DED dan sebagainya. Sebab, ini akan berdampak pada alokasi anggaran yang dibutuhkan," beber politikus PDIP ini. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram