Disamping itu, pemetaan sudah dilakukan dan dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) agar dibangun talut dan parapet. Warga juga tetap diminta waspada karena cuaca ekstrem masih rawan terjadi banjir.
"Kami sudah petakan titik rawan banjir di sepanjang Kali Jenes dan Premulung. Seperti di wilayah Sondakan, Laweyan, Bumi, dan Tipes. Ini sudah sering kami bicarakan dengan BBWSBS agar nanti dipasang talut dan parapet," papar Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, kemarin.
Terkait korban banjir maupun longsor yang menyebabkan empat hunian di bantaran Kali Jenes di Kampung Wonorejo RT 02 RW 04 Pajang, pada Minggu sore (23/1), Gibran memastikan sudah menyiapkan bantuan dan penanganan pada warga terdampak.
"Yang ambrol sudah kami datangi, sudah kami ungsikan ke rumah saudaranya. Untuk bantuan perbaikan rumah nanti kami bantu, tenang saja," tegas wali kota.
Berdasarkan peta potensi banjir di Kota Solo, wilayah sungai yang sebelumnya banjir seperti sekitar Sungai Bengawan dan lainnya kini jauh lebih aman dari bahaya banjir setelah dibangun parapet. Potensi banjir luapan sungai kini berubah ke wilayah aliran Kali Jenes, Kali Premulung, dan Kali Brojo yang melintas di wilayah tengah Kota Solo.
Beberapa waktu terakhir kawasan terdampak banjir terjadi di wilayah yang dilewati aliran Kali Jenes. Banjir kala itu terjadi karena beberapa faktor seperti Solo sedang diguyur hujan deras dan ada limpahan air dari daerah hulu yang membuat aliran sungai perkotaan meluap.
“Saat ini semua petugas kami dan relawan kebencanaan disiagakan untuk mitigasi dan mempercepat penanganan jika terjadi kejadian mendesak," tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta Nico Agus Putranto. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram