Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan Pengembangan Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah Area III Albertus Dito mengatakan, hingga saat ini progres pembangunan sudah 41,71 persen. Hal ini sesuai dengan target.
"Harapnya bisa selesai cepat waktu. Agar arus lalu lintas yang sempat dialihkan bisa kembali melewati jalur ini," ujarnya Rabu (9/2).
Dito menjelaskan, fokus pembangunan saat ini adalah pembesian kepala abutment 1 (sisi selatan rel) dan 2 (sisi utara rel), pemasangan bekisting badan abutment 2, pemasangan bekisting wing wall dan back wall abutment 1 dan 2 serta memasukan timbunan pasir dan batu abutment 1 dan 2.
Setelah itu pengerjaan dilanjutkan dengan pengecoran yang rencananya dilakukan Kamis (10/2). Sasaran pengecoran adalah badan, wing wall dan back wall abutment 2. "Kemudian Jumat besok direncanakan pengecoran kepala abutment 1," jelas Dito.
Dia mengatakan, pembangunan overpass tersebut ditargetkan selesai pada akhir Maret tahun ini. Ketika nanti sudah siap digunakan maka akan segera dikoordinasikan dengan dinas perhubungan setempat.
“Kami masih menunggu umur beton untuk bisa memasang girder," kata dia.
Dia menjelaskan, ketika pengecoran selesai, akan segera dilakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk pemasangan girder. Sebab, posisinya berada di atas rel jalur kereta api.
Sementara itu Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta Ari Wibowo mengatakan, usai pembangunan overpass Jalan DI Panjaitan Rampung, akan dilajutkan pembangunan rel layang Joglo. Namun, sejauh ini pihaknya juga masih menunggu time line pelaksanaan pembangunan Simpang Joglo.
"Selain Simpang Joglo kan juga ada kaitannya dengan viaduk Gilingan yang kemungkinan dikerjakan bersama. Jadi kami menunggu saja informasi lebih lanjut," kata dia.
Diketahui, viaduk Gilingan berada di Jalan A. Yani. Jika dalam pembangunan nanti diperlukan penutupan jalan, maka dibutuhkan jalur alternatif untuk arus kendaraan.
“Kalau overpass Jalan DI Panjaitan sudah selesai dibangun, kemungkinan besar pengalihan arus dapat dilakukan melalui jalan tersebut,” ujar dia. (atn/bun/dam) Editor : Damianus Bram