Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta Nico Agus Putranto membenarkan, hingga kemarin ada 11 orang yang menjalani masa karantina di lokasi isolasi mandiri di Ndalem Priyosurhartan di Laweyan. Mereka masuk dalam waktu berbeda. Empat pasien pertama masuk pada Rabu (9/2) lalu, sementara sisanya masuk pada Kamis (10/2).
"Dari sebelas orang ini tiga di antaranya laki-laki dan delapan lainnya perempuan. Beberapa dari mereka merupakan anak-anak yang usianya masih belasan tahun," ujar dia kemarin.
Sebelas pasien di Ndalem Priyosuhartan itu memutuskan menjalani karantina di lokasi isoter lantaran tidak bisa isolasi mandiri secara layak dengan berbagai alasan. Misal rumah yang tidak memadai hingga banyaknya anggota keluarga dalam satu hunian. Selanjutnya pasien di lokasi isoter akan menjalani karantina selama 10 hari ke depan.
"Di lokasi karantina mereka mendapat fasilitas dari pemerintah termasuk pengecekan kesehatan oleh tim medis yang stand by di sana," kata Nico.
Pemkot menyiapkan dua lokasi isolasi terpusat. Pertama, Ndalem Priyosuhartan yang kini sudah difungsikan, sementara lokasi lain adalah Graha Wisata Niaga yang masih dalam proses persiapan. Kendati demikian, pemkot masih berupaya agar isolasi bisa diarahkan ke Asrama Haji Donohudan Boyolali yang kini juga telah menampung 18 pasien isolasi dari Solo.
"Dua lokasi isolasi seperti Ndalem Priyosuhartan dan Graha Wisata sudah siap. Saat ini sudah stand by kan, tapi memang kami dorong ke Asrama Haji Donohudan dulu. Karena memang lebih efektif untuk perawatan isolasi," imbuh Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa. (ves/mg3/bun) Editor : Damianus Bram