Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Wakil Ketua DPRD Surakarta Soroti Gaya Komunikasi Gibran

Damianus Bram • Senin, 21 Februari 2022 | 00:51 WIB
Wakil Ketua DPRD Surakarta Sugeng Riyanto. (RADAR SOLO PHOTO)
Wakil Ketua DPRD Surakarta Sugeng Riyanto. (RADAR SOLO PHOTO)
SOLO – Fraksi dan struktur PKS Kota Solo berencana menggelar survei terkait satu tahun kepemimpinan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka-Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa.

Sebelumnya, hasil survei Magister Administrasi Publik Universitas Slamet Riyadi (Unisri) menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat Kota Bengawan terhadap kepemimpinan Gibran-Teguh sebesar 79,3 persen.

"Kami dari fraksi dan struktur PKS pekan depan akan melakukan pembahasan, melihat dari perspektif yang berbeda," terang Wakil Ketua DPRD Surakarta Sugeng Riyanto, Sabtu (19/2).

Menurut Sugeng ada beberapa poin yang akan dibahas bersama parpolnya. Salah satunya terkait gaya komunikasi Gibran yang dinilainya kurang optimal. "Contohnya penolakan IKM (industri kecil dan menengah) di Pasar Mebel Gilingan yang sampai saat ini belum mendapat solusi. Itu kan sebenarnya tidak rumit. Jumlahnya (pedagang) sedikit," katanya.

Sugeng mengingatkan pentingnya prinsip memanusiakan manusia. Dalam konsep tersebut, pemerintah melibatkan masyarakat dalam setiap programnya, melalui komunikasi yang baik.

"Saya sarankan pemkot, terutama wali kota, bangunlah komunikasi yang baik. Prinsip nguwongke uwong masih relevan. Menjadikan mereka objek, bahkan subjek pembangunan. Merasa di-uwongke, dilibatkan, diajak omong, aspirasi didengar dan dipenuhi," beber dia.

Terpisah, Ketua DPC PDIP Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menilai kritikan tersebut  sebagai masukan yang membangun. Mengingat seorang pemimpin harus selalu memegang teguh prinsip tiga Nga, yaitu Ngayomi, Ngayemi, serta Ngayani.

"Artinya melindungi, membuat suasana tenteram, dan memperkaya yang maksudnya tidak harus materi, tapi bisa ilmu, silaturahmi, komunikasi. Kalau ada kritik seperi itu, ya bagian dari introspeksi mas wali untuk bisa menjawab kritikan dari pimpinan DPRD Solo," ungkap dia.

Tapi Rudy juga mengingatkan kepada semua pihak bahwa Gibran yang merupakan kader PDIP Solo, menjadi wali kota baru satu tahun, sehingga tak tepat membandingkan Gibran dengan dirinya atau tokoh lain yang sudah berpengalaman menjadi pemimpin.

"Ya jangan dibandingkan dengan saya yang sudah 15 tahun," jelasnya.

Saat menjabat sebagai wali kota maupun mendampingi Joko Widodo (Jokowi) sebagai wakil wali kota, Rudy selalu menerapkan 3 Nga dan 7 Si. Si tersebut antara lain komunikasi, koordinasi, solusi, sosialisasi, realisasi, dan dua terakhir evaluasi serta koreksi kebijakan.

Rudy optimistis, bila Gibran memahami dan menerapkan prinsip itu dengan sungguh-sungguh, pasti tidak akan mendapatkan kendala berarti di lapangan.

"Yang namanya tujuh Si itu bisa menyelesaikan persoalan dari yang kecil sampai besar," kata.

Rudy mencontohkan usaha kerasnya di era Jokowi sebagai wali kota Surakarta kala merelokasi PKL Banjarsari. "Menyelesaikan PKL Banjarsari itu 90 hari 90 malam. Jumlahnya 989 pedagang. Telepon-teleponan sik, nanti ketemu di mana, ngobrol, ngombe wedang jahe. Bar kui meh lungo ditinggali nggo tuku wedang jahe, sehingga dengan 7 Si itu warga merasa terayomi," pungkasnya. (atn/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#Gaya Komunikasi Gibran #Survei Kepemimpinan Gibran-Teguh #Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa #Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka