Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ada Depo Canggih di Stasiun SoloJebres, Tekan Potensi Gangguan KRL Solo-Jogja

Damianus Bram • Selasa, 8 Maret 2022 | 16:15 WIB
PAKAR BICARA: Diskusi publik Refleksi dan Eksplorasi 1 Tahun Layanan KRL Solo-Jogja, Senin (7/3). (SEPTINA FADIA PUTRI/RADAR SOLO)
PAKAR BICARA: Diskusi publik Refleksi dan Eksplorasi 1 Tahun Layanan KRL Solo-Jogja, Senin (7/3). (SEPTINA FADIA PUTRI/RADAR SOLO)
SOLO – Progres perpanjangan jalur kereta rel listrik (KRL) Solo-Jogja sampai ke Stasiun Palur hampir finis. Elektrifikasi listrik aliran atas (LAA) mencapai 96 persen.

Begitu juga dengan track layout sudah 80 persen, sedangkan pembangunan depo perawatan KRL sudah 60 persen. Rencananya, depo Solo ini bakal berlokasi Stasiun Solo Jebres. Artinya, KRL Solo-Jogja punya dua depo yang beroperasi tahun ini.

"Sebelumnya kami sudah dibangunkan depo KRL Solo-Jogja di Stasiun Klaten. Baru beroperasi pada Januari kemarin. Depo itu untuk tempat perawatan KRL. Nantinya dibangun lagi yang lebih besar di Stasiun Solo Jebres. Harapannya dapat meningkatkan keandalan dan perawatan untuk KRL," ungkap Direktur Utama Kereta Commuter Indonesia (KCI) Roppiq Lutfi Azhar dalam diskusi publik Refleksi dan Eksplorasi 1 Tahun Layanan KRL Solo-Jogja, Senin (7/3).

Roppiq mengklaim, depo di Stasiun Solo Jebres ini punya fasilitas modern. Mesin-mesin yang didatangkan pun terbaru. Ini bukti peran serta dukungan pemerintah sangat luar biasa mendukung peningkatan layanan KRL Solo-Jogja. Tujuannya, gangguan yang terjadi dalam operasional KRL Solo-Jogja dapat dieliminasi. “Ini yang pertama perawatan KRL di luar Jabodetabek hadir di Solo,” sambungnya.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jabagteng Putu Sumarjaya menarget uji coba LAA sampai Stasiun Palur kelar Maret mendatang. Kemudian sebulan setelahnya, April, segera bisa dilakukan uji coba dinamis, sehingga operasional komersil diprediksi dapat dilakukan pada Agustus atau September 2022.

"Elektrifikasi ke arah Stasiun Palur sudah kami lakukan sejak 2020. Harapannya, 2022 ini bisa kami selesaikan menghubungkan dari Stasiun Solo Balapan. Nanti ada tambahan stasiun di Solo Jebres sampai Stasiun Palur," ujarnya.

Putu menyebut ada tiga kegiatan yang dilakukan pihaknya. Di samping melakukan peningkatan elektrifikasi dengan membuat LAA, Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jabagteng juga melakukan penataan track layout di Stasiun Solo Jebres untuk memperkuat layanan. Sekaligus melakukan pembangunan depo dalam rangka peningkatan kualitas layanan sarana, perawatan, dan lain sebagainya.

"Progresnya juga sudah berjalan signifikan. Pengembangan elektrifikasi dari Stasiun Solo Balapan sampai Stasiun Palur sebenarnya sejalan dengan pengembangan secara keseluruhan yang ada di wilayah kerja kami, Jawa Tengah dan Jogja. Salah satunya Solo sebagai segitiga emas selain Jogja dan Semarang," pungkasnya. (aya/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#stasiun solo jebres #KRL Solo Jogja #Depo Canggih KRL Solo-Jogja