Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tunggu Pasokan Datang, Vaksinasi Booster di Kota Solo Terhenti

Damianus Bram • Selasa, 8 Maret 2022 | 13:30 WIB
TUNGGU STOK: Vaksinasi booster yang digelar Kodim 0735/Surakarta kepada masyarakat terus dikebut, Namun dalam beberapa hari ke depan berhenti karena stok vaksin kosong. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
TUNGGU STOK: Vaksinasi booster yang digelar Kodim 0735/Surakarta kepada masyarakat terus dikebut, Namun dalam beberapa hari ke depan berhenti karena stok vaksin kosong. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO  – Belasan ribu stok dosis vaksin AstraZeneca di Kota Solo kedaluwarsa per kemarin. Padahal, tambahan dosis vaksin baru dari pemerintah pusat untuk percepatan vaksinasi booster di Kota Bengawan belum datang. Otomatis vaksinasi ketiga ini akan dihentikan untuk beberapa waktu ke depan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta Siti Wahyuningsih mengatakan, belasan ribu vaksin yang kedaluwarsa itu karena beberapa faktor. Mulai dari berkurangnya tenaga vaksinator hingga mepetnya tanggal kedaluwarsa dari vaksin yang baru diterima pemkot.

"Beberapa kali kami dapat tapi ED (expired date) sudah mepet banget. Padahal kekuatan tenaga kami juga terbatas, makanya kemarin kami melibatkan begitu banyak pihak termasuk TNI-Polri untuk percepatan vaksinasi itu. Tapi masih saja belum bisa tersalurkan semuanya," kata dia usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Balai Kota Surakarta, Senin (7/3).

Datangnya dosis vaksin dengan ED mepet itu diperparah dengan menurunnya minat dan antusias masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi booster yang digelar pemerintah. Berkaca dari ini pemkot berharap masyarakat bisa aktif dalam setiap giat vaksinasi yang adakan pemerintah guna meminimalkan potensi vaksin yang kedaluwarsa itu.

"Kekuatan kami itu kan juga ada batasnya. Jika sudah sampai overload tapi minat masyarakatnya rendah juga tidak akan maksimal. Antusias masyarakat itu memang tidak setinggi dulu, beberapa vaksinasi masal yang digelar jadi tidak begitu maksimal,” ujarnya.

Soal ribuan dosis yang kedaluwarsa ini, Siti mengatakan, tetap akan simpan di suhu semestinya sambil menunggu instruksi selanjutnya dari pemerintah pusat. Sementara untuk kegiatan vaksinasi booster untuk sementara ditunda sampai mendapat pasokan dosis vaksin tambahan.

"Untuk Senin (7/3) ini saja kami nggak bisa (vaksinasi booster). Semoga segera dapat yang baru biar bisa mulai vaksinasi booster lagi," kata dia.

Siti mengatakan, agar tidak terlalu lama menunggu vaksinasi booster pemkot sudah mengajukan permintaan dosis vaksin tambahan kepada pemerintah pusat. Saat ini pemkot masih menunggu. "Kami sudah mengajukan lagi ya. Soal kapan datangnya belum tahu, kami harap datang secepatnya biar bisa disalurkan kepada masyarakat," beber dia.

Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa membenarkan adanya kekosongan pasokan vaksin booster saat ini sampai beberapa waktu ke depan. Capaian vaksinasi booster sampai saat ini belum sesuai harapan mengingat persentasenya masih di angka 27,6 persen.

"Dosis vaksin kami sementara ini kosong. Termasuk stok di polresta dan kodim juga tidak ada untuk booster. Semoga pekan ini tambahan dosis vaksin dari pemerintah sudah turun agar booster segera rampung," tegas Teguh. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa #Ribuan Dosis Vaksin Kedaluwarsa #Vaksinasi Booster di Solo #vaksinasi booster #Dinas Kesehatan Kota Surakarta