Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tak Memimpin Mangkunegaran, GPH Paundrakarna Legawa

Damianus Bram • Kamis, 10 Maret 2022 | 17:02 WIB
Paundra saat silaturahmi kerumah F.X. Hadi Rudyatmo, kemarin. (ISTIMEWA)
Paundra saat silaturahmi kerumah F.X. Hadi Rudyatmo, kemarin. (ISTIMEWA)
SOLO – Jelang Jumenengan Dalem KGPAA Mangkunegara X, GPH Paundrakarna Jiwa Suryanagoro bertemu dengan mantan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo Selasa malam (8/3). Anak tertua Mangkunegara IX ini mengaku legawa tidak dinobatkan menjadi raja Mangkunegaran. Dan hanya menjadi pangeran sepuh.

Rudy menuturkan, sekitar pukul 19.30, Paundrakarna datang ke rumahnya di Pucangsawit bersama seorang asistennya. Mereka berbincang sekitar 30 menit sembari menikmati wedang jahe. "Cuma sebentar. Paling setengah jam," ujar Rudy saat ditemui di kediamannya, Rabu kemarin (9/3).

Kedatangan Paundra ke rumahnya, kata Rudy, bukan merupakan bentuk manuver menjelang Jumenengan Dalem KGPAA Mangkunagara X. Meski dalam pertemuan itu keluar istilah penyikutan dan penjegalan dari Paundra terkait agenda suksesi itu. "Beliau menyampaikan legawa dengan penyikutan dan penjegalan. Menurut dia begitu," kata dia.

Ditambahkan Rudy, Paundra juga berpamitan akan ke Jakarta dalam waktu dekat ini. Dia akan menemui kerabatnya dari keluarga Presiden Ke-1 RI  Soekarno.

“Mas Paundra pamit mau ke Jakarta, sowan Bu Mega, Mas Guntur, Mbak Puti, Mbak Puan, Mas Pratama, Mas Prananda. Kira-kira seperti itu,” sambung Rudy.

Menurut dia agenda Paundra bertemu dengan Megawati di Jakarta wajar lantaran memang masih ada hubungan keluarga. “Ya bude dan pakdenya. Mbak Mega dan Mas Guntur itu kan kakaknya Mbak Sukmawati (ibu dari Paundra). Kemarin menyampaikan ke saya seperti itu,” imbuh Rudy.

Selain bersilaturahmi, menurut Rudy, Paundra juga menyampaikan tentang kondisi dan situasi Mangkunegaran  yang akan menggelar Jumenengan pada Sabtu (12/3). Kepada Rudy, Paundra juga bercerita dia mendapat kedudukan sebagai pangeran sepuh di Pura Mangkunegaran.

"Beliau didudukkan sebagai pangeran sepuh. Dan beliau juga sudah bisa menerima. Untuk itu, saya hanya berpesan, kalau sudah seperti itu jangan sampai ada ontran-ontran di Mangkunegaran. Karena kalau menurut adat kan  putra prameswari yang diangkat sebagai penerus Mangkunegara IX,"  terang dia.

Di bagian lain, Ketua Himpunan Kerabat Mangkunegaran (HKMN) Satyotomo mengaku belum mengetahui pemberian gelar pangeran sepuh kepada Paundra. Secara pribadi dia mengaku belum mendengar adanya pemberian gelar sebelum jumenengan adipati baru dilakukan.

"Kapan dapat gelarnya? Saya malah belum tahu. Kemungkinan baru wacana," kata dia kemarin.

Satyotomo menegaskan, pemberian gelar pada seseorang hanya bisa dilakukan oleh pemegang tampuk kekuasaan tertinggi Pura Mangkunegaran. Sebab itu, dia enggan berkomentar soal gelar pangeran sepuh kepada Paundra. Mengingat adipati yang baru yakni GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo baru akan dinobatkan sebagai KGPAA Mangkunagara X pada Sabtu (12/3).

"Yang jelas yang memberi gelar yang jumeneng. Sekarang kan belum ada yang jumeneng, nggak ada yang bisa memberi gelar, prameswari juga nggak bisa," hemat dia.

Andaipun ke depan tetap ada pemberian gelar pangeran sepuh seperti yang ditanyakan itu, gelar tersebut kemungkinan diberikan karena sosok GPH Paundrakarna merupakan putra dalem yang paling senior.

"Sepuh kan artinya dianggap senior. Kalau soal sejarah apakah sebelumnya pernah ada gelar seperti ini saya kurang tahu. Saya bukan ahli sejarah jadi harus baca buku dulu," papar Satyotomo. (ves/atn/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#GPH Paundrakarna Jiwa Suryanagoro #Paundra Pangeran Sepuh #Himpunan Kerabat Mangkunegaran #KGPAA Mangkunegara X #Jumenengan Dalem KGPAA Mangkunegara X #f.x. hadi rudyatmo