Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta Siti Wahyuningsih mengatakan, vaksin tersebut langsung didistribusikan ke semua rumah sakit dan puskesmas untuk melayani vaksinasi pada malam harinya.
“Sebelumnya (stok vaksin booster) kami kosong, lalu kami minta lagi. Kami minta agar dosisnya cukup 40 ribu sasaran jenis AstraZeneca. Saya hitung jumlah itu cukup untuk sepuluh hari, kalau dikurangi hari Minggu, berarti cukup sampai 21 Maret,” terangnya, kemarin (9/3).
Selain AstraZeneca, pemkot juga mendapatkan tambahan vaksin Moderna. Vaksin jenis ini akan diserahkan kepada Polresta Surakarta.
Pembagian jenis vaksin penting dilakukan lantaran masyarakat yang pada dosis 1 dan 2 menggunakan Moderna, maka vaksin booster juga memakai vaksin yang sama. Berbeda dengan vaksin primer menggunakan jenis Sinovac, dosis 3 diperbolehkan menggunakan jenis AstraZeneca.
Sementara itu, merujuk catatan Dinkes Kota Surakarta, sepanjang 2022, tercatat 65 orang meninggal karena Covid-19. Dari jumlah tersebut, 72 persen di antaranya merupakan lanjut usia, sisanya kategori dewasa.
"Yang sudah divaksin pun masih bisa terkena (penularan Covid-19). Makanya, ayo cepat-cepat vaksin, karena seandainya terpapar, gejalanya akam lebih ringan," ujar kadinkes.
Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa menegaskan, vaksinasi terus digenjot guna meminimalkan gejala penularan Corona. "Pemerintah memfasilitasi. Masyarakat harus sadar dengan vaksinasi dan protokol kesehatan. Masih banyak yang menganggap vaksinasi satu kali atau dua kali sudah cukup. Padahal booster juga tidak kalah penting,” terangnya. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram