Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pedagang PGS Andalkan Campur Tangan Pemkot, Berharap Ada Solusi

Damianus Bram • Jumat, 11 Maret 2022 | 02:39 WIB
BUKA LAGI: Pedagang menata produk sandang di Pusat Grosir Solo, Kamis (10/3). Sehari sebelumnya, pedagang kompak menutup kiosnya. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
BUKA LAGI: Pedagang menata produk sandang di Pusat Grosir Solo, Kamis (10/3). Sehari sebelumnya, pedagang kompak menutup kiosnya. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – Pedagang di Pusat Grosir Solo (PGS) sangat berharap pemkot segera memfasilitas pertemuan dengan owner pusat sandang tersebut guna menyikapi tuntutan perbaikan pelayanan.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, aktivitas perdagangan di PGS kembali aktif, Kamis (10/3). Sehari sebelumnya, para pedagang menutup kios untuk menggelar aksi terkait penolakan kenaikan nominal service charge.

Hendra, salah seorang pedagang PGS menuturkan, seluruh pedagang sangat berharap pemkot dapat menghadirkan pemilik PGS guna menemukan solusi. Sebab, komunikasi dengan manajemen pusat perbelanjaan belum membuahkan hasil. “Selalu dijawab akan disampaikan pada pemilik,” harap dia.

Rudi, pedagang PGS lainnya mengakui, selama enam tahum terakhir tidak ada kenaikan nominal service charge. “Tapi dulu kami bayar Rp 57 ribu itu fasilitasnya lengkap. Ketika fasilitasnya berkurang tapi biayanya naik, ya tidak pas. Kalau pun harus naik, minimal fasilitas sebaik dulu," terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta segera mengirimkan undangan resmi untuk memediasi dua pihak yang dijadwalkan Selasa (15/3).

“Nanti pertemuannya kami lakukan di pemkot. Kami undang semua pihak termasuk pemiliknya," jelasnya belum lama ini. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#pusat grosir solo #Dinas Perdagangan Kota Surakarta #PGS #Pedagang PGS Mogok Jualan