Pantauan Jawa Pos Radar Solo, aktivitas perdagangan di PGS kembali aktif, Kamis (10/3). Sehari sebelumnya, para pedagang menutup kios untuk menggelar aksi terkait penolakan kenaikan nominal service charge.
Hendra, salah seorang pedagang PGS menuturkan, seluruh pedagang sangat berharap pemkot dapat menghadirkan pemilik PGS guna menemukan solusi. Sebab, komunikasi dengan manajemen pusat perbelanjaan belum membuahkan hasil. “Selalu dijawab akan disampaikan pada pemilik,” harap dia.
Rudi, pedagang PGS lainnya mengakui, selama enam tahum terakhir tidak ada kenaikan nominal service charge. “Tapi dulu kami bayar Rp 57 ribu itu fasilitasnya lengkap. Ketika fasilitasnya berkurang tapi biayanya naik, ya tidak pas. Kalau pun harus naik, minimal fasilitas sebaik dulu," terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta segera mengirimkan undangan resmi untuk memediasi dua pihak yang dijadwalkan Selasa (15/3).
“Nanti pertemuannya kami lakukan di pemkot. Kami undang semua pihak termasuk pemiliknya," jelasnya belum lama ini. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram