Putra Mahkota Keraton Kasunanan Surakarta Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Sudibyo Raja Putra Nalendra Ing Mataram mengucapkan selamat atas penobatan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwa menjadi raja Mengkunegaran dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunagara X.
Putra Raja Keraton Kasunanan Surakarta Paku Buwono XIII yang akrab disapa Gusti Purbaya ini berharap Mangkunegara X mampu membawa berkah bagi Pura Mangkunegaran dan bisa bersinergi dengan Kasunanan Surakarta dan Pemkot Surakarta yang kini dipelopori anak-anak muda.
"Saya senang dan terus terang menjadi lebih semangat karena Kota Solo dipelopori oleh pemimpin muda seperti Mas Gibran dan Mas Bhre. Saya berharap ke depan bisa bersinergi bersama untuk memajukan dan mensejahterakan kota tercinta ini," kata Purbaya, Jumat (11/3).
Dengan banyaknya generasi muda menjadi pemimpin di Kota Solo maka harapannya ke depan akan muncul ide-ide baru yang berkesinambungan untuk membawa menyejahterakan warga Solo. Baik melalui Keraton Kasunanan Surakarta, Praja Mangkunegaran, maupun Pemkot Surakarta. Dengan kerja sama yang apik antar pemimpin muda itu langkah strategis yang saling berkesinambungan bisa diwujudkan dengan lebih cepat.
"Untuk memaksimalkan peran pemimpin muda pastinya harus selalu semangat, optimistis, dan bekerja sama sehingga dapat mewujudkan visi dan misi bersama. Selamat untuk Mas Bhre yang telah dilantik menjadi KGPAA Mangkunagara X. Semoga ke depan membawa kemajuan bagi Puro Mangkunergaran," tutur Gusti Purbaya.
Di mata keluarga besar, GPH Bhre dipandang sebagai sosok yang ramah dan santun kepada siapa saja. Bhre dikenal sebagai pemuda yang sangat menghormati orang yang lebuh tua dari dirinya. Sementara kepada yang lebih muda, dia juga bisa menempatkan diri sebagai sosok yang bersahabat tanpa pandang bulu.
"Keluarga sudah memutuskan dan kami semua menyambut dengan baik. Yang kami lihat beliau itu merupakan personal yang baik," kata Ketua Himpunan Keluarga Mangkunegaran (HKMN) Satyotomo via sambungan telepon, Jumat (11/3).
Sebagai anak muda, Bhre dikenal sebagai orang yang menyenangi berbagai kegiatan alam dan fotografi serta dikenal sebagai pendukung Persis Solo. Tak hanya itu dia juga memahami adat-istiadat di Pura Mangkunegaran.
"Bhre juga dipandang sebagai pemuda yang baik dalam melaksanakan tugas-tugas yang diperintahkan oleh sang ayahanda (Mangkunegara IX) dulu. Salah satunya sebagai cucuk lampah dalam kirab malam 1 Sura sebelum pandemi dulu. Tugas itu dijalankan dengan baik," kata dia.
Rendra Agusta, filolog muda sekaligus peniliti dan founder Sraddha Institute mengaku sempat beberapa kali bertemu dengan GPH Bhre. Sebagai seorang peneliti naskah kuno dia kerap berkunjung ke perpustakaan Mangkunegaran. Dia juga sempai ngobrol ringan seputar pernaskahan dan koleksi di Pura Mangkunegaran.
"Kali pertama bertemu Mas Bhre itu saat mampir ke perpustakaan Mangkunegaran. Sempat ngobrol. Orangnya juga santun dan senang menyapa pengunjung Mangkunegaran. Beliau itu orang yang banyak mendengar dan mau mendengarkan, bahkan terhadap masukan dari orang luar seperti saya. Momen ini yang jarang saya temukan," kata dia.
Pengalaman lain yang sempat mempertemukan dia dengan Bhre terjadi sebelum pandemi. Kala itu rombongannya naik Gunung Prau di dataran tinggi Dieng dan berpapasan dengan rombongan Bhre. Sempat saling sapa.
"Saya rasa dia sangat bersahaja. Saya tidak melihat sosok yang harus dihormati layaknya orang keraton pada umumnya. Pembawaannya ya santai saat bertemu pendaki lainya," ujar Rendra.
Rendra juga berharap setelah dilantik menjadi KGPAA Mangkunegara X bisa menjadi raja modern yang membawa Mangkunegaran lebih baik dan banyak dikenal.
"Saya pikir aktivitas Mas Bhre yang senang berkunjung ke alam dan ke desa-desa mengingatkan saya pada sosok Raja Airlangga," papar dia.
Sosok GPH Bhre juga sesekali terabadikan dalam beberapa kali giat Persis Solo baik dalam sejumlah pertandingan resmi maupun persahabatan yang dilakoni klub kebanggaan Kota Bengawan itu. Bahkan dia sesekali hadir untuk menyaksikan latihan internal klub.
"Hubungan Persis Solo dengan Pura Mangkunegaran terbilang cukup baik. Terlebih dengan Mas Bhre ya karena dia ini sosok yang sering srawung dengan banyak orang. Beliau juga sering melihat kegiatan Persis. Sebetulnya sudah jauh sebelum manajemen baru ini beliau juga suka bola," ujar Bryan Barcelona, media officer Persis Solo
Antusias Bhre terhadap sepak bola tercatat melalui obrolan ringan yang sempat dilakukan. Salah satunya seperti rencana launching Persis musim 2021 di Pura Mangkunegaran namun belum terealisasi karena pandemi.
"Kalau obrolan resmi memang belum ada, hanya obrolan ringan seperti jika Persis Solo membutuhkan Pura Mangkunegaran siap bantu, begitu juga sebaliknya. Ide-ide progresif dari beliau memang sempat diobrolkan mungkin karena sama-sama masih muda ya jadi lebih mudah untuk saling berbagi ide," hemat Bryan.
Terkait pelantikan menjadi KPGAA Mangkunegara X, manejemen Persis Solo mendoakan prosesi adat jumenengan bisa berjalan lancar. Besar harapan di masa depan Persis Solo bisa berkolaborasi dengan Pura Mangkunegaran untuk sama-sama memajukan Kota Surakarta.
"Mas Bhre ini orang yang punya pemikiran cukup progresif ya. Selamat atas pelantikan menjadi Mangkunagara X semoga jadi pemimpin yang bijaksana dan baik," tutur dia. (ves/bun/dam)
Tentang KGPAA Mangkunegara X
- Nama muda GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.
- Lahir pada 29 Maret 1997
- Dia adalah putra bungsu KGPAA Mangkunagara IX dengan permaisuri Gusti Kanjeng Putri Prisca Marina Yogi Supardi.
- Memiliki seorang kakak perempuan bernama GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo dan dua kakak tiri bernama GPH Paundrakarna dan GRA Putri Agung Suniwati.
- Mendapatkan gelar sarjananya dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
- Memiliki hobi sebagai pecinta alam dan fotografi
- Beberapa kali bersama putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep menonton pertandingan Persis Solo
- Sabtu, 12 Maret 2022 resmi dinobatkan sebagai raja Mangkunegaran dengan gelar KGPAA Mangkunegara X