Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Ini Pidato Perdana Mangkunegara X: Jangan Terlena Euforia Kejayaan Masa Lalu

Syahaamah Fikria • Minggu, 13 Maret 2022 | 01:44 WIB
GPH Bhre  Cakrahutomo Wira Sudjiwo resmi dikukuhkan sebagai KGPAA Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran, Sabtu (12/3). (M. IKHSAN/RADAR SOLO)
GPH Bhre  Cakrahutomo Wira Sudjiwo resmi dikukuhkan sebagai KGPAA Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran, Sabtu (12/3). (M. IKHSAN/RADAR SOLO)
SOLO - Pura Mangkunegaran resmi melantik adipati baru setelah mengukuhkan GPH Bhre  Cakrahutomo Wira Sudjiwo sebagai KGPAA Mangkunegara X, menggantikan sang ayah yang wafat tahun lalu. Sebagai raja muda, dia mengajak seluruh masyarakat bertanggung jawab melestarikan budaya.

Pengukuhan dilakukan dalam upacara adat jumenengan di Pendopo Ageng Puro Mangkunegaran, Sabtu (12/3). Jumenengan dimulai pukul 10.00 WIB. Tamu undangan yang berjumlah 300 orang mulai berdatangan sejak pukul 09.00 WIB.

Upacara adat jumenengan diawali dengan penjemputan GPH Bhre yang duduk di Paringitan, masuk di tengah pendopo. Disusul dengan dibawanya pusaka Kanjeng Kyai Ageng dan Kanjeng Kyai Wangkingan.

Tak lama berselang, Prameswari Dalem Kanjeng Gusti Putri Mangkunegara IX keluar menuju pendopo untuk membacakan kekancingan di hadapan GPH Bhre.

Inti dari kekancingan tersebut adalah mengukuhkan GPH Bhre sebagai KGPAA Mangkunegara X. "Dengan ini kami mengangkat GPH Bhre sebagai KGPAA Mangkunegara X," ujar prameswari.

Setelah dikukuhkan, KGPAA Mangkunegara X lantas mengucapkan sumpah. Di antaranya melaksanakan Tri Dharma Mangkunegaran. Yaitu setia pada Pancasila, menerapkan filosofi Mangkunegara I Hanebu Sauyun atau berkumpul dalam satu rumpun tebu. Di mana maksudnya berarti kerabat Mangkunegaran yang menetap dan berusaha serta berkarya.

Usai diukukuhkan sebagi adipati, dalam sabda dalem atau  pidato pertamanya,  Mangkunegara X menuturkan bila Pura Mangkunegaran memiliki sejarah panjang yang penuh pasang surut, yang berpegang teguh pada prinsip bersatu dalam kebhinekaan.

"Saya menyadari bahwa Pura Mangkunegaran memiliki warisan budaya adiluhung yang tidak serta merta dapat diturunkan secara biologis, namun memerlukan usaha nglampahaken, sehingga dapat diwariskan untuk generasi yang akan datang. Sebagaimana prinsip Tri Dharmo yang kita anut," ucap Mangkunegara X dalam pidato perdananya.

Lebih lanjut, dia mengajak untuk bersama-sama memegang teguh amanah untuk menggali, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya beserta nilai-nilainya. Tidak hanya bagi Pura Mangkunegaran. Tetapi juga bagi masyarakat luas.

"Amanah tersebut tentu tidak dapat dilaksanakan seorang diri, tetapi memerlukan keterlibatan setiap unsur masyarakat," kata dia.

Untuk itu, selain sebagai salah satu pusat lahir dan berkembangnya suatu kebudayaan,
Pura Mangkunegaran harus mampu menjadi suatu wadah, jembatan, kolaborator, dan teman diskusi bagi seluruh unsur masyarakat. Baik itu dari budayawan, akademisi, pemerintah, maupun lembaga sosial, budaya, pelestarian sejarah, dan ekonomi.

Menghadapi era yang semakin dinamis dan penuh tantangan, lanjut dia, Pura Mangkunegaran tidak boleh terlena dalam euforia kejayaan masa lampau. Warisan sejarah Pura Mangkunegaran bukan hanya suatu hal yang semata-mata hanya dirayakan. Melainkan harus diilhami pasang dan surutnya agar Pura Mangkunegaran dapat terus menjadi pelestari budaya dan sejarah yang kokoh dan tidak tergerus perkembangan zaman.

"Untuk itu, dalam kesempatan ini, saya mengajak seluruh insan Mangkunegaran dan masyarakat Indonesia, khususnya Surakarta, untuk bersama-sama mengamalkan nilai-nilai luhur yang diamanatkan kepada kita semua, melestarikan dan terus mengembangkan kebudayaan Mangkunegaran sebagai bagian
yang tak terpisahkan dari perjalanan peradaban bangsa Indonesia. Dan tentunya untuk bekerja
memberikan kontribusi yang nyata dan bermakna bagi nusa dan bangsa," pungkas Mangkunegara X menutup pidatonya. (atn/ria)

  Editor : Syahaamah Fikria
#GPH Bhre #Pura Mangkunegaran #Jumenengan Mangkunegara X #KGPAA Mangkunegara X #budaya