Pantauan Jawa Pos Radar Solo, tamu VVIP yang hadir antara lain Presiden Joko Widodo, Raja Keraton Kasunanan Surakarta Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi, Raja Keraton Jogjakarta Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Presiden Joko Widodo tiba di Pura Mangkunegaran sekitar pukul 11.50. Turun dari mobil Mercedez-Benz warna hitam nomor polisi B 1060 RFS, presiden disambut Prameswari Dalem KGPAA Mangkunegara IX dan gubernur Jateng lalu menuju ke Pringgitan tempat KGPAA Mangkunegara X duduk.
Setelah memberikan selamat, presiden tak langsung pulang. Jokowi menyapa dan duduk bersama tamu VVIP. Diapit PB XIII Hangabehi dan Sri Sultan HB X.
Sekitar 10 menit duduk, Jokowi berpamitan dengan KGPAA Mangkunegara X dan Prameswari Dalem Mangkunagara IX
“Ya selamat buat pelantikan Mangkunegara X. Semoga bisa mengemban tugas dengan baik. Terima kasih-terima kasih," ujarnya.
Satu per satu tamu penting kemudian turut memberikan selamat kepada Adipati berusia 24 tahun ini. Mulai dari PB XIII Hangabehi, Sri Sultan HB X, KGPAA Pakoe Alam X, Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa, dan lainnya.
Ditemui usai acara, Sri Sultan HB X berharap agar KGPAA Mangkunegara X selalu sukses. Gubernur DIJ ini juga meminta Mangkunegoro IX menjaga kesehatan dan selalu berhati-hati dalam bertindak.
Sri Sultan HB X juga sepakat dengan sabda dalem Mangkunegara X. “Saya punya harapan, bagaimana dari pidatonya tadi kan masalah kebudayaan, laksanakan saja,” terangnya.
Senada diungkapkan KGPAA Pakoe Alam X yang mendampingi Sri Sultan HB X. Sebagai salah satu Catur Segotro, Mangkunegara X mempunyai tanggung jawab melestarikan kebudayaan.
"Tentunya kebudayaan yang tidak hanya dalam konteks berkesenian belaka. Tapi perilaku, pola pikir, budaya kerja, dan sebagainya perlu mendapat perhatian. Saya yakin Kanjeng Gusti (Makunegara X) yang masih muda, bahasanya generasi milenial, tentu lebih bisa mengakomodasi perkembangan yang ada tanpa tercabut akar budayanya," urainya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut mendukung sabda dalem Mangkunegara X. “Membawa kultur saya kira penting. Kembali untuk semacam revitalisasi keraton (Pura Mangkunegara), sehingga keraton menjadi central of culture, kemudian orang bisa berdatangan dengan keluhuran dan nilai-nilai yang mungkin bisa diberikan," beber dia.
Ganjar menegaskan, Pemprov Jateng siap mendukung Pura Mangkunegaran dalam pelestarian kebudayaan, seni, dan nilai-nilai tinggi lainnya yang kemudian bisa disebarkan untuk kebaikan.
“Usia beliau yang masih muda tidak masalah, ora opo-opo. Usia sudah dewasa beliau," ucapnya.
KGPAA Sudibyo Raja Putra Nalendra Ing Mataram atau Gusti Purboyo yang kemarin hadir mendampingi sang ayah PB XIII Hangabehi berharap, Mangkunegara X selalu membawa keberkahan dan kemajuan Pura Mangkunegaran.
Dia optimistis Mangkunagoro X bisa menjaga dan melestarikan kebudayaan di Pura Mangkunegaran. "Ya pastinya dipimpin sosok muda itu kan bagus. Semoga bisa menjaga kebudayaan di Mangkunegaran," jelasnya.
Keraton Kasunanan Surakarta, lanjut Gusti Purboyo, juga membuka diri untuk bekerja sama dengan Mangkunegara X dalam pelestarian dan pengembangan budaya. Tujuannya agar adat istiadat dan budaya Jawa tetap lestari.
Dengan banyaknya generasi muda sebagai pemimpin, Gusti Purboyo berharap muncul ide-ide baru yang bersinambungan untuk menyejahterakan warga Kota Bengan.
“Untuk memaksimalkan peran pemimpin muda, pastinya harus selalu semangat, optimistis, dan bekerja sama mewujudkan visi dan misi bersama,” ungkapnya.
Diketahui, dalam sabda perdananya, Mangkunegara X mengatakan, Pura Mangkunegaran telah melalui perjalanan sejarah yang penuh pasang surut, yang dengan berpegang teguh pada prinsip Hanebu Sauyun, bersatu teguh dalam kebhinekaan bak serumpun tebu yang terikat erat. Tetap mampu bertahan hingga saat ini sebagai salah satu pusat budaya, sastra, dan falsafah bangsa.
“Pada hakikatnya, ikatan antara manusia dengan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan terbentuk dari interaksi kita satu sama lain, dari kebiasaan-kebiasaan kita sehari-hari, dari cara kita menjalani hidup; dari cara makan, berpakaian, berbicara, berkesenian, hingga produk-produk hukum yang kita hasilkan. Kebudayaan adalah siapa kita, jati diri dan identitas kita,” urainya.
Sang raja muda menyadari bahwa Pura Mangkunegaran memiliki warisan budaya adiluhung yang tidak serta merta dapat diturunkan secara biologis, namun memerlukan usaha nglampahaken, sehingga dapat diwariskan untuk generasi yang akan datang.
“Sebagaimana prinsip Tri Dharma yang kita anut. Bersama-sama kita memegang teguh amanah untuk menggali, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya tersebut beserta nilai-nilainya. Tidak hanya bagi Pura Mangkunegaran, tetapi juga masyarakat luas,” ucapnya.
Amanah tersebut tentu tidak dapat dilaksanakan seorang diri, tetapi memerlukan keterlibatan setiap unsur masyarakat. Untuk itu, selain sebagai salah satu pusat lahir dan berkembangnya suatu kebudayaan, Pura Mangkunegaran harus mampu menjadi suatu wadah, jembatan, kolaborator, dan teman diskusi bagi seluruh unsur masyarakat, baik budayawan, akademisi, pemerintah, maupun lembaga sosial, budaya, pelestarian sejarah, dan ekonomi.
Menghadapi era yang semakin dinamis dan penuh tantangan, lanjut Mangkunegara X, Pura Mangkunegaran tidak boleh terlena dalam euforia kejayaan masa lampau. Warisan sejarah Pura Mangkunegaran bukan hanya suatu hal yang semata-mata hanya dirayakan, melainkan harus diilhami pasang dan surutnya agar Pura Mangkunegaran dapat terus menjadi pelestari budaya dan sejarah yang kukuh dan tidak tergerus perkembangan zaman.
“Untuk itu, dalam kesempatan ini, saya mengajak seluruh insan Mangkunegaran dan masyarakat Indonesia, khususnya Surakarta, untuk bersama-sama mengamalkan nilai-nilai luhur yang diamanatkan kepada kita semua, melestarikan dan terus mengembangkan kebudayaan Mangkunegaran sebagai bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan peradaban bangsa Indonesia, dan tentunya, untuk bekerja memberikan kontribusi yang nyata dan bermakna bagi nusa dan bangsa,” pungkas Mangkunegara X. (atn/ves/wa) Editor : Damianus Bram