Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Sertifikasi Jadi Modal Utama Driver Ambulans

Damianus Bram • Senin, 28 Maret 2022 | 04:06 WIB
PENGUJIAN: Ujian sertifikasi ambulance di lapangan Uji SIM Polresta Surakarta Minggu (27/3) kemarin. (A. CHRISTIAN/RADAR SOLO)
PENGUJIAN: Ujian sertifikasi ambulance di lapangan Uji SIM Polresta Surakarta Minggu (27/3) kemarin. (A. CHRISTIAN/RADAR SOLO)
SOLO - Solo MediCare dan Korlantas Mabes Polri menggelar ujian sertifikasi untuk pada driver ambulans. Ujian ini digelar di lapangan Uji SIM Polresta Surakarta, Minggu kemarin (27/3).

Racham Rio Riyanto, driver ambulans RSUD Dr Moewardi mengapresiasi atas adanya acara ini. “Bagus, karena pasti menambah skil, serta pengetahuan saya pribadi di lini ambulans. Bukan cuman safety driving saja, tapi juga penanganan pertama dalam kedaruratan. Kemudian ada sertifikasi yang menunjukkan kalau saya itu benar-benar berkompeten untuk memegang atau mengendarai mobil ambulans," tuturnya.

Dia mengakui pelatihan serupa sudah pernah dia jalani, namun untuk yang betul masuk ke spesifikasi ambulans baru kali ini. “Sebelumnya lebih ke teori  medis, khususnya untuk penanganan pasien," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Riedwan Wirmansyah, sopir ambulans asal RSUD Cicalengka, Kabupaten Bandung. Dia menuturkan pelatihan ini sangat berguna.

Dia mengakui baru 9 bulan menjadi sopir ambulans. Sebelumnya dia adalah driver mobil wisata. “Beda jauh (penerapannya). Walaupun sama-sama sopir, tapi sekarang saya bawa pasien yang perlu penanganan dan perlakuan khusus. Keselamatan berkendara dan pasien menjadi yang utama. Tentu dengan latihan ini, skil kami bertambah. Tidak sekadar berkendara, namun juga menangani pasien kedaruratan, seperti korban kecelakaan, bencana, dan lain sebagainya," ujarnya.

Meski masih baru, perlakuan kurang enak menjadi sopir ambulans diakuinya juga kerap dia dapatkan. Terutama saat berkendara dijalan yang sedang macet. "Dulu mikirnya enak ya jadi sopir ambulans. Kesannya seperti ugal-ugalan. Tapi setelah saya masuk dan terjun langsung, pikiran saya berubah. Ternyata memang bukan sekadar ngebut. Tantangan di jalan juga berat," ungkap Rachman.

Sementara itu, Direktur Solo MediCare Hilmy Yusuf menuturkan kegiatan ini merupakan kali ketiga pihaknya menggelar sertifikasi pada sopir ambulans.

"Pertama tahun 2019 dan 2020 awal. Sempat terhenti karena pandemi. Ini kami lanjut lagi," ujarnya.

Dia mengakui sertifikasi ini digelar karena banyak sekali sopir ambulans berasal dari sopir angkutan barang, angkutan umum, sopir pribadi, dan lain sebagainya.

“Ada pemikiran asal bisa membawa mobil, bisa jadi sopir ambulans. Padahal ada SOP yang harus dijalankan. Sehingga kedepan, setelah ada sertifikasi ini, sopir ambulans bukan sekadar pekerjaan, tapi masuk profesi preofesional," ucap Hilmy.

Dalam sertifikasi ini, pihaknya menggandeng Kementerian Kesehatam dan Koorlantas Mabes Polri. "Kementerian Kesehatan memberikan pelatihan soal bagaimana cara menangani pasien kedaruratan. Terutama soal pertolongan pertama. SOP ketika datang, memasukkan pasien ke ambulans, hingga saat membawa pasien sampai ke rumah sakit," paparnya.

Dia menjabarnya setelah sesi ini tetap akan ada ujian lagi. Ini untuk mengetahui mereka kompeten atau tidak. “Yang mengeluarkan dari kami dan koorlanras. Kalau tidak lulus ya mereka harus mengulang. Karena memang seleksinya ketat. Untuk tahap pertama ini ada sekitar 20 peserta dari berbagai kota," pungkasnya.

Di lain sisi Kasubditdikmas Ditkamsel Korlantas Polri Kombes Pol Arman Achdiat menutukan sesuai PP NO. 43 tahun 1993 paragraf 8 pasal 65 Tentang Hak Utama Pengguna Jalan untuk Kelancaran Lalu Lintas, dijelaskan memang ambulans termasuk kendaraan prioritas nomer 2 setelah armada pemadam kebakaran.

"Namun bukan berarti mereka bisa seenaknya. Ada aturan main yang harus dimiliki setiap sopir ambulans. Jadi dengan bertambahnya skil ini, mereka bisa tahu langkah apa yang harus dihadapi ketika berada di jalan dalam situasi tertentu," paparnya. (atn/nik) Editor : Damianus Bram
#Ujian Sertifikasi Ambulans #korlantas mabes polri #Solo MediCare