Selama ini, kelompok disabilitas tidak sekalipun mendapat pelatihan serupa meski dipandang sebagai kelompok rentan. Karena itu, Ketua Pelaksana TAD Kota Surakarta Sri Sudarti memberikan apresiasi tinggi kepada damkar.
“Pelatihan ini cukup penting. Walau hanya pelatihan ringan, tapi sangat berharga karena dapat menambah kemampuan penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Dalam pelatihan tersebut, penyandang disabilitas dari berbagai klasifikasi dilatih menangani fenomena yang berpotensi memicu kebakaran besar. Antara lain dari petugas PLN yang memeragakan penanganan korsleting listrik hingga cara melaporkan ke instansi terkait saat kejadian berlangsung.
Ada pula pelatihan penanganan kompor terbakar dan upaya penyelamatan diri. "Manfaatnya sangat besar mengingat posisi kami sebagai kelompok rawan. Paling tidak, para penyandang disabilitas dapat meminimalkan potensi kebakaran atau bisa menyelamatkan diri jika terjadi kebakaran," ungkap Sudarti.
Kepala Damkar Kota Surakarta Sutarjo menjelaskan, pelatihan penanganan kebakaran bagi disabilitas sangat penting karena aktivitas mereka juga relatif tinggi. “Paling tidak, jika tidak bisa menangani sendiri, mereka bisa memberikan arahan pada orang lain saat menghadapi bencana kebakaran. Damkar Solo sudah mengawali dan bisa diikuti damkar wilayah lain," terangnya Sutarjo. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram