Kepala Dinkes Surakarta Siti Wahyuningsih menuturkan, meskipun syarat perjalanan mudik berdampak signifikan pada perolehan vaksinasi booster, dinkes ingin masyarakat memahami esensi dari vaksinasi tersebut.
“Edukasi ke masyarakat jangan sebatas vaksinasi saat akan bepergian. Vaksinasi itu kan untuk perlindungan diri. Jadi jangan beranggapan kalau saya tidak mudik, saya tidak usah booster. Jangan seperti itu,” urai kadinkes, Selasa (5/4).
Terkaiat capaian vaksinasi dosis 3, Siti menyebut mencapai 40 persen. Tingginya capaian vaksinasi sejalan dengan penurunan kasus Covid-19 dan pelonggaran aktivitas masyarakat. Namun, capaian vaksinasi dosis 1 dan 2 tetap dikejar.
Sementara itu, berdasarkan Data Covid-19 per 5 April, jumlah kasus aktif di Solo mencapai 103 kasus. Rinciannya, 95 pasien isolasi mandiri dan delapan pasien dalam perawatan rumah sakit.
Penurunan kasus aktif secara signifikan mulai terlihat sejak pekan ketiga Maret dimana pada 21 Maret lalu tercatat 656 kasus aktif di Kota Bengawan.
"Kasus aktifnya kan juga mulai turun, makanya banyak yang dilonggarkan. Tapi tetap harus prokes ya. Yang belum vaksin segera vaksin. Sebelum mudik booster dulu, sebelum bertemu orang tua booster dulu," kata Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka belum lama ini. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram